Breaking News:

Pilkada Karawang

Pengamat Sebut Dua Faktor Ini yang Membuat Jumlah Partisipasi Pemilih Meningkat di Pilkada Karawang

dikarenakan para pasangan calon yang ikut dalam Pemilu memiliki ketertarikan tersendiri bagi para pemilih dan memiliki harapan besar

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Warta Kota
Suasana Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (9/12/2020). TPS 01 menjadi lokasi Calon Bupati Karawang nomor urut satu Yessi Karya Liani menyalurkan hak suara pada Pilkada Karawang. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG --- Pilkada serentak yang digelar ditengah pandemi sempat menjadi sebuah perdebatan.

Bahkan banyak akademisi yang memang menghendaki Pilkada serentak ditunda saja karena kekhawatiran terjadi risiko besar kemunculan klaster Pilkada.

Namun kenyataannya, apa yang menjadi kekhawatiran tersebut, khususnya di Karawang, tidak terjadi.

Sebaliknya meski ditengah pandemi angka partisipasi pemilih justru mengalami kenaikan.

"Kita melihat realitas yang terjadi setelah pelaksanaan ini malah tinggi artinya pemilih memiliki antusiasme untuk ikut hadir ke TPS untuk ikut memilih," kata Wakil Dekan Bidang Umum & Keuangan FISIP Unsika Maulana Rifai dalam diskusi virtual pertajuk evaluasi Pilkada Karawang, Rabu (23/12/2020).

Dikatakan Maulana, meski KPU Karawang menargetkan partisipasi pemilih di angka 77,5 persen dan target tersebut tidak tercapai.

Namun ada kenaikan partisipasi pemilih jika dilihat lima tahun kebelakang pada saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karawang.

"Meskipun ada penurunan dari segi target tapi kan kalau misalkan membandingkan dengan pemilu sebelumnya justru naik dan ini menjadi catatan pentingnya," ucapnya.

Maulana melihat kenaikan partisipasi pemilih ini dikarenakan para pasangan calon yang ikut dalam Pemilu memiliki ketertarikan tersendiri bagi para pemilih dan memiliki harapan besar kepada pasangan calon tersebut.

Sehingga masyarakat pun tak ingin kehilangan suaranya dan pada akhirnya mereka tetap mendatangi TPS untuk memberikan hak suaranya meskipun ditengah kondisi pandemi covid-19.

"Kita melihat kontestan ini memiliki magnet elektoral tinggi sehingga masyarakat tidak mau kehilangan suaranya dan di dalamnya juga ada harapan-harapan yang memang dikehendaki agar harapan tadi bisa di capai oleh calon tersebut," katanya.

Kenaikan partisipasi pemilih ditengah pandemi covid-19 ini juga dapat menjadikan kajian yang cukup menarik bagi akademisi, sehingga dapat diteliti apa yang menyebabkan kenaikan partisipasi pemilih itu.

"Terkait dengan partisipasi politik yang justru naik daripada sebelumnya ini tentu menjadi sebuah pandangan sebuah kajian yang menarik untuk diteliti itu," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved