Breaking News:

8.000 Anak di Banten Telah Terpapar Covid, Gubernur Instruksikan Lanjutkan Saja Belajar Daring!

"Rencana sekolah tatap muka per Januari 2021 perlu ditunda dan akan dituangkan dalam Keputusan Gubernur," ujar Gubernur Banten, Wahidin Halim

Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan wacana sekolah tatap muka per Januari 2021 ditunda, Rabu (23/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, wacana sekolah tatap muka per Januari 2021 ditunda.

"Rencana sekolah tatap muka per Januari 2021 perlu ditunda dan akan dituangkan dalam Keputusan Gubernur," ujar Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam konferensi pers sesaat setelah Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, IDI, Ikatan Dokter Paru, Ikatan Dokter Anak, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten yang bertempat di Rumah Dinas Gubernur Banten Jalan Ahmad Yani No. 158, Kota Serang, Selasa (22/12/2020).

Wahidin sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten terlebih dahulu melakukan Rapat Koordinasi dan mendengarkan pendapat para ahli terutama yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Sehingga pihaknya tidak asal memutuskan menunda sekolah tatap muka per Januari 2021 yang didasarkan pada kondisi terakhir pandemi yang terjadi di Provinsi Banten.

"Saat ini memang Banten sudah masuk Zona Orange, tapi masih tinggi tingkat penularannya," ucapnya.

Gubernur memperkirakan, pemberlakuan sekolah tatap muka bisa efektif ketika sudah ada kecenderungan penurunan dan penularan kasus Covid-19 dan telah dilaksanakan vaksinasi Covid-19.

Karena, menurut Gubernur Banten, kondisi seperti sekarang ini tidak ada yang dapat menjamin, itu sebabnya saran-saran dari para ahli harus menjadi pilihan semua pihak.

Selanjutnya, kebijakan Gubernur sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten akan diteruskan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota agar ditindak lanjuti untuk setiap jenjang pendidikan yang menjadi tanggung jawab Kabupaten/Kota.

"Ini menyangkut penanganan sumber daya manusia, masa depan negeri ini," kata Wahidin.

Gubernur juga mengimbau para pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Banten untuk melanjutkan metode pembelajaran daring ataupun metode kreativitas lainnya agar tetap menghindari berbagai kerumuman orang.

Halaman
123
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved