Rabu, 8 April 2026

Olimpiade 2032

Pembangunan Laboratorium Anti Doping Bukti Indonesia Serius Gelar Olimpiade 2032

Menpora berencana membangun laboratorium anti doping pertama di Solo melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto (kanan) saat dikunjungi Warta Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menpora berencana membangun laboratorium anti doping pertama di Solo melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Lokasi laboratorium anti doping akan dibangun di lingkungan Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Jawa Tengah.

Selain laboratorium anti doping, rumah sakit itu juga akan dijadikan recovery atlet pasca cedera.

Terobosan ini diyakinibakal memberikan banyak manfaat bagi atlet dan olahraga di Indonesia.

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, mengatakan bahwa pembangunan laboratorium anti doping muncul atas buah pikiran Menpora, Zainudin Amali, yang ingin Indonesia punya laboratorium sendiri.

Harapannya, bisa menghemat anggaran negara nantinya.

Jika telah terbangun, setiap kali akan mengikuti kegiatan keolahragaan, Indonesia tak perlu lagi mengirimkan sampel anti doping ke laboratorium di luar negeri.

"Pak Menteri kepikiran saat mengirimkan sampel ke luar negeri di waktu lalu, mengapa tidak membangun laboratorium sendiri. Kami pun merespons dengan memberitahukan syarat pembangunan laboratorium, sehingga dibahas lagi lebih mendalam" ucap Gatot kepada Warta Kota.

Ada pun syarat yang dimaksud adalah, laboratorium minimal mengurus 3000 sampel anti doping setiap tahunnya.

Kemenpora meyakini, syarat pertama dapat dipenuni nantinya, mengingat banyaknya agenda olahraga baik skala nasional maupun internasional, sehingga cukup mudah memenuhi syarat 3000 sampel (sebelum pandemi Covid-19).

Keinginan pembangunan laboratorium anti doping pun mendapat respon positif dari Kemenkes, dimana lahan yang direncanakan untuk pembangunan laboratorium adalah milik properti Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

"Alasan ketiga yang paling bagus. Dengan adanya laboratorium, maka promosi Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 akan lebih baik. Indonesia akan dipandang serius sebagai tuan rumah nantinya," tambah Gatot.

Jika pembangunan terealisasi dengan baik, maka laboratorium anti doping ini kan menjadi laboratorium pertama di Indonesia.

Ada pun, penunjukan kota Solo sebagai tempat pembangunan laboratorium adalah fakta sejarah PON pertama yang diselenggarakan juga di Kota Solo dan RS Ortopedi telah menyiapkan lahan sekuas 700 meter persegi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved