Breaking News:

Liga 1

Pelatih Kiper Persita Mukti Ali Raja Iri dengan Pembinaan Sepak Bola di Belanda

Pelatih kiper Persita Tangerang, Mukti Ali Raja, mengisi waktu luang vakum kompetisi Liga 1 2020 dengan melatih di Diklat Paku Jaya.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Pelatih kiper Persita Tangerang, Mukti Ali Raja, sedang melatih di Diklat Paku Jaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pelatih kiper Persita Tangerang, Mukti Ali Raja, mengisi waktu luang vakum kompetisi Liga 1 2020 dengan melatih di Diklat Paku Jaya.

Mukti Ali Raja bersedia menjadi pelatih di Diklat Paku Jaya, karena dia punya pandangan tersendiri soal pembinaan sepak bola usia dini.

Menurut pelatih kelahiran Sulawesi Selatan itu, pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan pelatih berkualitas, kaya pengalaman, mampu sebagai sosok ayah dan teman bagi siswa didik.

Saat ditemui Warta Kota, Mukti Ali Raja mengaku bahwa dirinya dengan sistem pembinaan usia dini, terutama di Belanda.

"Di sana, orang-orang fokus pada usia dini. Bisa dibilang, masternya atau profesor bolanya bekerja untuk usia dini. Sehingga, ketika mereka naik ke level di atasnya, siswa didik sudah paham dengan teknik dasar bahkan punya skill. Hanya butuh dipoles taktiknya oleh pelatih," kata Mukti Ali Raja kepada Warta Kota.

Di Indonesia, justru sulit untuk mendapatkan pelatih mumpuni yang mau melatih Sekolah Sepak Bola (SSB).

Tak hanya itu, Mukti Ali Raja pun memberikan perbedaan jenjang setelah lulus dari SSB, yaitu Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP). 

Di negara tetangga, Malaysia sejenis PPLP sudah ada sejak usia 14 tahun.

Hal berbeda justru terjadi di Indonesia dimana 16 atau 17 tahun (lulus SMP).

"Kita lebih fokus di atas usia dini  dan sering lalai bagaimana pentingnya pembinaan di usia dini. Akhirnya yang terjadi adalah pelatih di atasnya kembali harus mengajarkan teknik-teknik dasar. Padahal, seharusnya itu di dapat di SSB, Diklat atau Akademi usia dini," tutur Mukti Ali Raja.

Namun, Mukti Ali Raja mengakui bahwa tidak mudah mudah untuk melatih SSB, meski seorang pelatih punya lisensi yang mumpuni.

"Saya pun kesulitan. Pelatih di usia dini, harus bisa menjadi teman sekaligus sosok ayah bagi anak-anak, bisa membaca karakter anak-anak,. Sehingga dalam latihan, proses belajar seakan proses bermain bagi anak-anak," papar Mukti Ali Raja.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved