Berita Depok

Wow, Ternyata Janda di Kota Depok Masih Banyak, Usianya Muda-muda Hingga Belasan Tahun

Wow, Ternyata Janda di Kota Depok jumlahnya masih banyak. Usianya pun muda-muda. Ada usianya yang belasan tahun.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
ILUSTRASI Perceraian di Kota Depok masih tinggi. Jandanya pun usianya muda-muda 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Ternyata janda di Kota Depok masih banyak. Hal itu disebabkan lantaran banyaknya kasus perceraian. Jandanya pun muda-muda.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKS, Nur Azizah Tamhid, dalam acara Diseminasi  Pembatalan Pemberangkatan Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, di Depok, kemarin.

Menurut Nur Azizah, kasus perceraian dari Januari-Juli 2020 tercatat jumlahnya mencapai 568 kasus.

Penyebab tertinggi kasus perceraian adalah lantaran faktor perselisihan sebanyak 408 kasus.

Lalu, faktor ekonomi 99 kasus.

"Rata-rata masuk 20 ajuan kasus perceraian setiap hari di PA Kota Depok. Dibanding tahun 2019 jumlah kasus perceraian menurun," kata Nur Azizah. 

Nur Azizah menjelaskan, angka penceraian pada tahun 2019 naik 3,94 persen menjadi 3.664.

Angka ini didominasi 2.799 gugatan dan 865 kasus talak.

Sebanyak 77 persen cerai gugat.

"Dari 576 kasus perceraian di tahun 2019 berasal berasal dari PNS Kota Depok. Tahun 2018 kasus perceraian di Kota Depok capai 3.525 kasus," ujarnya.

Menurut Nur Azizah, rentang usia perceraian itu didominasi anak muda.

Usia 19-21 tahun ada 62 kasus. Lalu, usia 21-25 tahun ada 560 kasus dan di usia 26-30 tahun tercatat 1.470 kasus.

Banyak kasus perceraian pada usia muda harus mendapat perhatian banyak pihak. 

Salah satunya adalah orangtua. 

"Banyak kasus percerian di usia muda, karena kurang matangnya pasangan muda itu saat menikah. Beban hidup yang tinggi menjadikan mereka tidak siap menghadapi kenyataan," tutur Nur Azizah.

Baca juga: Menang di Pilkada Depok, Pradi Supriatna Ucapkan Selamat ke Mohammad Idris-Imam Budi Hartono

Mantan Ketua TP PKK Kota Depok itu menyatakan untuk mengurangi perceraian di usia muda, maka perlunya orangtua memberikan pendidikan berumah tangga kepada anaknya.

Jangan memaksakan buah hati menikah bila belum siap secara materi dan mental. Jangan juga menyetuji permintaan anak untuk menikah tanpa pertimbangan dengan alasan cinta.

"Orangtua harus mendidik anaknya dengan baik. Berikan mereka pengertian pernikahan secara agama. Orangtua itu harus menjadi teladan, pencerahan, pengawan, pembiasaan, dan mengarahkan," katanya.

"Bila putra kita belum mempunyai pekerjaan lebih baik pernikahan ditunda dulu. Menjaga syahwat itu dapat dilakukan dengan berpuasa," tambahnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved