Breaking News:

Pilkada Serentak

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Adil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Asil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK. Berikut Selengkapnya

Istimewa
Boni Jakfu, calon wakil bupati pasangan nomor urut 2 Aituru - Jakfu (Aijak) 

Sebelumnya diberitakan, dugaan kecurangan Pilkada Kabupaten Asmat dan viralnya video oknum anggota KPPS yang mencoblos kertas suara untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Elisa Kambu-Thomas Eppe Safa, membuat kubu lawannya yakni paslon nomor urut 2, Yulianus Payzon Aituru-Bonifasius Jakfu membuat laporan ke Bawaslu Pusat serta membawa bukti kecurangan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Yulianus Aituru berharap laporan kecurangan kasus pilkada yang merugikan dirinya bisa diusut dan dituntaskan sebaik-baiknya. 

Ia juga meminta agar Bawaslu jangan cuma fokus menyelesaikan kasus kecurangan yang videonya viral saja. "Sebab masih ada banyak bukti kecurangan dari paslon nomor urut 1 dalam Pilkada Kabupaten Asmat yang bisa didapat," kata Yulianus Payzon Aituru, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/12/2020).

Dalam pertemuan dengan empat komisioner Bawaslu beberapa hari lalu Yulianus Aituru mengaku sudah memberikan sejumlah catatan kecurangan paslon nomor urut 1.

"Kami minta Bawaslu tegas menyelesaikan semua kecurangan yang dilakukan paslon nomor urut 1 karena sudah sangat merugikan kami dari paslon nomor urut 2. Jangan cuma kasus video yang viral saja yang diselesaikan,” katanya.

Selain melaporkan kecurangan dan meminta ketegasan Bawaslu, kata Aituru, dalam pertemuan itu pihaknya juga memberi catatan kinerja Panwas yang tidak maksimal pada Pilkada Asmat 2020.

Menurut Aituru, berbagai pelanggaran yang menguntungkan paslon nomor urut 1 banyak terjadi di TPS, namun oleh Panwas terkesan dibiarkan.

“Karena kami di daerah terpencil jadi kurang terkontrol oleh provinsi dan pusat, juga media massa. Praktik money politik jadi mudah dilakukan karena tidak ada pengawasan dan kontrol ketat dari pusat, provinsi, dan juga media massa di sana,” keluhnya.

Tak hanya itu. Aituru menyatakan pihaknya juga akan membawa semua bukti kecurangan paslon nomor urut 1 ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar disidangkan dan diputuskan.

Terlebih selisih suara pihaknya dengan paslon nomor urut 1 sesuai perhitungan KPU, terbilang tipis yakni cuma sekitar 7.000 suara. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved