Pilkada Serentak

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Adil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK

Harapkan Pilkada Asmat Jujur dan Asil, Paslon Aituru-Jakfu Boyong Bukti Kecurangan ke MK. Berikut Selengkapnya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Boni Jakfu, calon wakil bupati pasangan nomor urut 2 Aituru - Jakfu (Aijak) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Pasangan calon nomor urut 2 yang berlaga di Pilkada Kabupaten Asmat yakni Yulianus Payzon Aituru-Bonifasius Jakfu atau Aituru-Jakfu (Aijak) sepakat dan telah membulatkan hati akan membawa sengketa kecurangan Pilkada Asmat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Alasannya mereka menginginkan agar ke depannnya Pilkada Asmat dilakukan secara transparan, terbuka dan menjunjung tinggi demokrasi yang fair play.

Calon Wakil Bupati Asmat nomor urut 2, Bonifasius Jakfu, mengatakan rencana membawa Pilkada Asmat ke Bawaslu Pusat dan Mahkamah Konstitusi (MK), karena kecurangan yang terjadi sudah sangat terstruktur, sistematis dan masif.

Apalagi kata dia pada hari pencoblosan muncul video viral di mana petugas KPPS sedang mencoblos kertas suara paslon petahana nomor urut 1, Elisa Kambu-Thomas Eppe Safanpo.

“Ada begitu banyak bukti sengketa kecurangan yang dilakukan pihak paslon petahana di Pilkada Kabupaten Asmat 2020. Sangat masif dan itu sangat merugikan kami," kata Jakfu, Senin (21/12/2020).

Karenanya Jakfu memastikan tak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Kami mau pemenang Pilkada Asmat melalui proses demokrasi yang jujur dan terbuka. Fair play,” katanya.

Baca juga: Cegah Kluster Natal dan Tahun Baru, Polres Karawang Utamakan Langkah Humanis dan Preventif Covid-19

Jakfu menjelaskan atas semua kecurangan yang terjadi beserta seluruh bukti dan saksi yang ada, pihaknya akan menempuh upaya hukum dengan membawa seluruh bukti tersebut ke MK.

Pihaknya berharap dengan seluruh bukti yang diberikan, termasuk pengakuan para saksi yang dihadirkan, majelis hakim MK akan memutuskan secara fair.

"Untuk mengugurkan kemenangan paslon petahana nomor urut 1 di Pilkada Asmat 2020," tegasnya.

“Selisih suara antara kami dengan paslon petahana cuma sekitar 7.000 suara untuk keunggulan mereka. Sangat tipis. Jadi kami masih punya kemungkinan memenangi Pilkada Asmat 2020 melalui sidang MK. Semoga itu terjadi,” kata Jakfu.

Baca juga: Elly Sugigi Lepas Janda dan Menikah Siri dengan Brondong Beda Usia 16 Tahun, Kapan Menikah Resmi?

 Menurut Jakfu, selama proses pilkada pihaknya pun banyak menerima intimidasi, terutama para saksi di TPS.

"Hampir semua saksi paslon nomor urut 2, tak diberikan banyak kesempatan untuk hadir mengawasi proses pencoblosan dan penghitungan suara berdasarkan formulir C1 di TPS," katanya.

Bahkan, sambungnya lagi, ada satu TPS yang memunculkan hasil penghitungan suara sebanyak 2.208 untuk paslon petahana.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved