Kemendagri: Waspadai Kerumunan Pasca Pengumuman Hasil Pemenang Pilkades

Dari hasil pantauannya bersama tim, sambung Indah, TPS sudah menerapkan protokol kesehatan, misalnya kedatangan pemilih sesuai yang disyaratkan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Bagian Perundangan-undangan, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Indah Ariyani di Comand Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, pada Minggu (20/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, bekasi - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mewaspadai kerumunan setelah adanya pengumuman hasil pemenang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020.

Kepala Bagian Perundangan-undangan, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kemendagri, Indah Ariyani mengatakan bahwa Pemkab Bekasi harus mewaspadai kerumunan massa setelah pengumuman pemenang Pilkades oleh Panitia Pilkades yang akan diumumkan pada Senin (21/12/2020) atau satu hari setelahnya.

“Ini yang harus diwaspadai, jangan ada euforia setelah pengumuman pemenang karena bisa menimbulkan klaster baru,” kata Indah, di Comand Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, pada Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Pontjo Sutowo Optimistis Sektor Parwisata Indonesia Akan Bangkit, Harus Siap Beradaptasi

Baca juga: Calon Kades Bojonggede Dede Malvina Unggul Sementara Raih 13.172 Suara di Pilkades Bojonggede

Ia berharap Kabupaten Bekasi menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam pelaksanaan Pilkades dimasa pandemi. Terutama dalam penyesuaian-penyesuaian regulasi yang berubahnya sangat cepat.

Pasalnya, Pemkab Bekasi dapat melakukan penyesuaian dengan cepat atas regulasi yang ada.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bekasi bisa berjalan lancar dan aman. Sebab dalam waktu yang tidak terlalu lama Pemkab Bekasi dan jajarannya bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian terutama dalam menyesuaikan regulasi," beber dia.

Dari hasil pantauannya bersama tim, sambung Indah, TPS sudah menerapkan protokol kesehatan, misalnya kedatangan pemilih sesuai yang disyaratkan, seperti memakai masker, dicek suhu tubuh dan wajib cuci tangan.

Baca juga: Asrama Mako Brimob Kelapa Dua Kota Depok Kebakaran, Api Masih Dijinakkan Petugas Damkar Kota Depok

Baca juga: Soal Belajar Tatap Muka, Riza: Keputusan Orangtua Menjadi Hal Penting Demi Kesehatan Anak-anaknya

"Pada saat duduk menunggu juga sudah dibuat berjarak, saya lihat tidak ada penumpukan pemilih selama pelaksanaan Pilkades," terangnya. Begitu juga saat penghitungan tidak ada kerumunan di TPS .

Saat ini pihaknya tengah menghitung kaitan partisipasi masyarakat dalam Pilkades yang dilaksanakan di 16 desa di Kabupaten Bekasi. Ia akan menghitung persentase tingkat partisipasi masyarakat dalam Pikades saat Pilkades dilaksanakan sebelum Covid-19 dan setelahnya.

“Kita akan sampaikan hasilnya. Adapun untuk angka pemilih 500 per TPS  itu memang sudah ditetapkan dalam UU Pemilu adalah range angka ideal dalam satu TPS ditengah pandemi corona," paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved