Breaking News:

Aksi Terorisme

Upik Lawanga: Menurut Akidah Jamaah Islamiah, Menyerahkan Diri kepada Polisi Haram

Tersangka kasus terorisme yang masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi sejak 2006 itu dijuluki 'Profesor Bom'

Editor: Yaspen Martinus
YouTube PMJ NEWS
Taufik Bulaga alias Upik Lawanga, tersangka teroris Jamaah Islamiah. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tersangka kasus tindak pidana terorisme Taufik Bulaga alias Upik Lawanga blak-blakan soal akidah yang dianut jaringan terorisme Jamaah Islamiah (JI).

Upik Lawanga menjadi satu dari 23 tersangka teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri di Lampung, 23 November 2020.

Tersangka kasus terorisme yang masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi sejak 2006 itu dijuluki 'Profesor Bom.'

Baca juga: Bareskrim Sebut 6 Anggota FPI yang Tewas Ditembak Polisi Belum Bersatus Tersangka

Upik Lawanga mengungkapkan, menurut akidah jaringan teroris Jamaah Islamiah, haram menyerahkan diri kepada polisi.

Akidah ini pula yang melatarbelakangi Upik Lawanga terus bersembunyi dari kejaran polisi selama 14 tahun.

"Lari 14 tahun itu kalau menurut akidah Jamaah Islamiah, kita itu kalau menyerahkan diri itu haram," katanya, dikutip Tribunnews dari video 'Pengakuan Tersangka Teroris Upik Lawanga' yang tayang di kanal YouTube PMJ NEWS, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Begini Alur Proses Vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi, 480.000 Warga Bakal Disuntik

"Jadi kalau kita bisa dibunuh di situ alhamdulillah bisa syahid."

"Tapi apabila kita ditangkap sudah qadarullah (ketentuan Allah)," jelasnya.

Upik Lawanga menceritakan, tujuan utama dirinya membuat senjata rakitan dan bom, awalnya untuk berjuang membela kaum muslim di Poso.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di RI 18 Desember 2020: Pasien Positif Jadi 650.197, Usai Tambah 6.689 Orang

Namun lama-kelamaan, jaringan teroris Jamaah Islamiah justru mengarahkan seluruh anggotanya mendirikan Daulah Islamiah atau negara Islam.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved