Breaking News:

Kisah Gubernur Anies Baswedan Semasa Jadi Mahasiswa UGM, Unggah Foto yang Bikin Kangen Yogyakarta

Gubernur DKI Anies Baswedan bernostalgia, mengunggah foto dan kisahnya semasa muda saat menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM). 

Editor: Max Agung Pribadi
@aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas Gubernur yang berusia 114 tahun di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Dia membagikan kabar terkait kondisi kesehatannya dan aktivitas mandiri tanpa ditemani satu orang pun. 

Sebagian warganet berujar postingan ini membuat kangen pada kota Yogyakarta yang kini juga menjalani pembatasan sosial skala besar untuk mengatasi Covid-19. 

Sebagian lainnya mendoakan Anies agar lekas pulih dan menjalani kegiatan seperti sedia kala.

Ada juga yang mendoakannya menjadi calon presiden pada 2024.

Lewat unggahan tersebut Anies yang saat ini tengah menjalani karantina mandiri karena terpapar Covid-19 bernostalgia masa-masa kehidupannya sebagai mahasiswa di Yogyakarta.

Berikut kisah nostalgia Anies yang menyertai unggahan foto masa mudanya di Yogyakarta:

Pagi ini muncul notifikasi: Dies Natalis UGM.

Memori berputar, mengulang rekaman-rekaman kenangan masa kuliah dan masa belajar di Jogja.

Rumah kami di Karangwuni, hanya 1/2 km dari Gedung Pusat UGM. Masa kecil adalah masa bermain di kampus. Bagi kebanyakan kita, gedung pusat UGM, Gelanggang Mahasiswa atau kampus UGM, mengingatkan masa kuliah. Tapi bagi kami, keluarga-keluarga dan warga yg memang tinggal di sekitar kampus, kampus UGM adalah kampung halaman, tempat bermain, tempat bereksplorasi. Bagi anak-anak kecil di masa itu, Gedung-gedung baru itu arena bermain labirin yang tak habis dijejalahi, hutan-hutan laboratorium yg tersebar di kampus dijadikan tempat main perang-perangan. Habis menonton film November 1828, hutan itu jadi tempat perang-perangan gerilya anak-anak SD.

Kampus itu terbuka, kampus itu diakses semua, kampus itu milik rakyat. Kampus itu memang bukan milik satu orang, bukan milik kita, saat itu semua masih sadar bahwa lahan sestrategis itu, kampus sebesar itu adalah dari pemberian dan dari kemurahan hati seorang visioner, negarawan dan pengayom: Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubowo IX.

Masa kuliah jadi pelengkap yang utama. Masuk Fakultas Ekonomi UGM, angkatan 1989. Pembelajaran di ruang kuliah, dan di luar ruang kuliah menjadi pelajaran yang hikmahnya mengalir tanpa henti hingga sekarang. Pada masa kuliah inilah gemblengan pengalaman membekas hingga kini. Pergolakan ide tentang keterbukaan, tentang demokrasi dihadapkan dengan kondisi represif era Orde Baru. Kita bersyukur bahwa ambil rute repot, rute perjuangan, berada di sisi pendorong perubahan, bersama dalam angkatan mahasiswa yang berdiri tegak menyuarakan dan memperjuangkan perubahan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved