Breaking News:

Berita Jakarta

Terminal Pulo Gebang Belum Terapkan Kebijakan Penumpang Wajib Rapid Test Antigen

Terminal Pulo Gebang belum terapkan kebijakan penumpang wajib rapid test antigen, berikut keluhan calon penumpang karena wajib rapid test itu

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Terminal Pulo Gebang Belum Terapkan Kebijakan Penumpang Wajib Rapid Test Antigen. Tampak calon penumpang di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. 

Terminal Pulo Gebang belum terapkan kebijakan penumpang wajib rapid test antigen, berikut keluhan calon penumpang karena wajib rapid test itu

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG - Pengelola Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur belum juga menerapkan kebijakan penumpang wajib untuk menyertakan hasil rapid test antigen.

Namun demikian calon penumpang wajib untuk menerapkan protokol kesehatan yakni dengan mengenakan masker dan menjaga jarak antara satu dengan yang lain.

Kepala Sub Tata Usaha Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang Junaedi mengatakan pihaknya belum menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Untuk rapid test antigen masih sosialisasi karena juknis (petunjuk teknis) Ingub Nomor 64 Tahun 2020 belum terbit, kita masih menunggu lebih lanjut," ungkap Junaedi, Jumat (19/12/2020).

Junaedi mengatakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengadakan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas teknis di lapangan.

"Jika sudah diputuskan baru jadi pedoman," ujar Junaedi.

Namun demikian adanya kebijakan untuk wajib menyertakan hasil rapid test antigen tersebut telah membuat jumlah penumpang di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang mengalami penurunan.

Penjual tiket bus, Reni mengatakan kebijakan Pemprov DKI Jakarta itu telah membuat banyak penumpang yang mengurungkan niat bepergian.

"Kemaren di berita kan musti pake swab antigen, kan biaya nggak sedikit dan lebih mahal dari rapid biasa.

"Jadi penumpang nggak mau, sekarang aja nggak ada," ucap Reni.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Ingub Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Pemprov DKI Jakarta mulai 18 Desember 2020 mewajibkan masyarakat yang keluar-masuk ibu kota agar menyertakan hasil rapid test antigen.

Selain itu operasional kendaraan juga dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved