Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Ramai Tolak Aksi 1812, Tagar #DemoCovidMenanti Banjiri Media Sosial, Satgas Covid: Larang Kerumunan

Banyak yang tak setuju dengan rencana aksi 1812 di sekitar Istana Negara, dikhawatirkan timbul klaster Covid-19

Warta Kota/Nur Ichsan
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) didampingi Sekretaris Umum FPI Munarman memberikan keterangan sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Rizieq Shihab tiba di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jadi trending topik hari ini tolak aksi 1812 yang rencananya akan digelar ANAK NKRI pada hari Jumat 18 Desember 2020.

Aliansi Nasional Anti-Komunis - ANAK NKRI berencana menggelar demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020).

Tiga ormas dalam aliansi ini adalah Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa - GNPF Ulama.

Mereka akan menuntut pengusutan penembakan 6 laskar FPI yang tewas ditembak polisi serta meminta  pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Baca juga: Aksi 1812 Polda Metro Jaya Siapkan Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Antisipasi Kemacetan

Massa FPI rencananya akan menggelar aksi 1812 untuk menuntut agar kasus tewasnya enam laskar FPI hingga minta pembebasan tanpa syarat atas tersangka Habib Rizieq Shihab di depan Istana Negara, Jakarta pada Jumat (18/12/2020).

Aksi tersebut menuai polemik di media sosial karena dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah tagar #DemoCovidMenanti di Twitter yang menyisipkan tagar ini sebagai sindiran atas aksi tersebut

Tagar tersebut viral setelah diposting pertama kali oleh akun Twitter @Txtdaripolitikus yang mendapatkan respon dari sejumlah netizen di dunia maya.

Baca juga: Habib Rizieq Ditahan, Kordinator Gerakan Muda Pemerhati Bangsa Tegaskan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu

"Korban Covid-19 tiap hari terbaring di ruang isolasi dan perawatan. Rumah sakit sudah penuh dan tidak dapat menampung lagi pasien yang sudah berjatuhan. Masyarakat abai dengan Adaptasi Kehidupan Baru yang harusnya ditaati sebagai tanggung jawab bersama,” cuit @abdur_rouf91 seperti dikutip, Kamis (17/12).

Unggahan itupun direspon akun @ade_nurdin90. Ia pun meminta warga berhati-hati atad ajakan ini, jangan sampai dimanfaatkan kelompok tertentu.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved