Breaking News:

Angka Kematian Pasien Covid di Tangsel Meningkat, Pemkot Perketat Aktivitas Warga Hingga 8 Januari

menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany melarang masyarakatnya merayakan libur akhir tahun tersebut

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Jumat (18/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Masih tingginya angka kematian penderita covid-19 di Kota Tangsel sejak memasuki bulan Desember 2020 ini membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat aktivitas masyarakat.

Tak ayal, menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany melarang masyarakatnya merayakan libur akhir tahun tersebut secara berlebihan.

“Memang betul, angka kematian pada bulan Desember justru mencapai angka tertinggi dari masa sembilan bulan pandemi covid-19. Maka kami harus melakukan langkah-langkah antisipasi kerumunan,” ucap Airin dalam keterangan resminya, Ciputat, Kota Tangsel, Jumat (18/12/2020).

Karenanya Airin mengeluarkan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat sejak tanggal 18 Desember sampai 8 Januari 2021.

Kebijakan,ini dilakukan merujuk instruksi pemerintah pusat yang melarang masyarakat beraktivitas saat libur natal dan malam pergantian tahun.

“Bulan ini, baru masuk minggu kedua, angka kematian mencapai 30, padahal periode bulan November sebanyak tiga puluhan. Atas dasar itu, kami melakukan pembatasan kegiatan peribadatan natal di gereja dan perayaan tahun baru termasuk larangan menyalakan kembang api,” ungkap Airin.

Untuk itu masyarakat diminta untuk mengikuti aturan yang ada serta tidak melanggar pembatasan aktivitas yang diberlakukan pemerintah.

“Mulai hari Jumat (18/12), tidak boleh ada aktivitas yang mengundang kerumunan, baik kegiatan keagamaan, hajatan maupun aktivitas yang mengundang keramaian, juga akan ada pembatasan kegiatan operasional pusat pemberlanjaan, cafe, restoran dan lainnya sampai pukul 19.00 WIB,” paparnya.

Tindak saja

Airin Rachmi Diany pun mengimbau agar pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 terutama RT, RW, kelurahan dan kecamatan mampu melakukan penindakan bila menemukan aktivitas kerumunan di wilayahnya.

Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan TNI -Polri guna meyiagakan personel di Posko Komando Taktis (Poskotis) Nataru sejak tanggal 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Kita akan menerjunkan personel Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi (satpol) Pamong Praja (PP) untuk pengamanan nataru,” katanya.

Airin pun berharap langkah pengetatan perilaku masyarakat dapat mampu mengurangi penyebaran angka covid-19 yang meningkat terutama pada ngaka kematian yang terus meningkat.

“Apabila kita mampu menekan penyebaran covid-19, angka kematian akan menurun. Untuk itu, pentingnya perilaku disiplin prokes harus diterapkan di masyarakat supaya terbebas dari penularan penyakit covid-19 yang mematikan,” pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved