Rabu, 6 Mei 2026

Serie A

Andrea Pirlo Marah dengan Kecerobohan Striker Juventus Alvaro Morata

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, marah kepada Alvaro Morata. Morata melakukan kecerobohan, sehingga gagal menjebol gawang Atalanta yang telah kosong.

Tayang:
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
TSN
Striker Juventus, Alvaro Morata, gagal mencetak gol ke gawang Atalanta, Kamis (17/12/2020) dini hari WIB. Pada laga di Stadion Allianz, Torino, itu, Morata menendang bola dengan tumitnya, sehingga bola melebar ke samping gawang Atalanta dan hal itu sangat disesali oleh pelatih Andrea Pirlo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, sangat marah kepada striker andalannya, Alvaro Morata, yang gagal memanfaatkan peluang emas mencetak gol pada duel Juventus melawan Atalanta, di Stadion Allianz, Torino, Kamis (17/12/2020) dini hari WIB.

Duel pada pekan ke-12 Serie A Italia 2020-2021 itu berakhir dengan skor 1-1.

Morata, yang telah membukukan sembilan gol di semua kompetisi musim ini, menendang bola dengan tumitnya, sehingga bola bergerak melebar dari gawang Atalanta yang telah kosong melompong.

Sebelumnya dia memberikan umpan yang buruk kepada rekannya, Cristiano Ronaldo.

“Kegagalan Morata membuat saya sangat marah, itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan. Peluang itu bisa mengubah jalannya pertandingan ke arah tertentu. Sebagai pemain, seharusnya memiliki kejelasan untuk membuat pilihan yang tepat dan dia tidak melakukannya,” kata Pirlo, seusai pertandingan.

“Terlepas dari itu, dia menunjukkan penampilan yang hebat. Kebetulan, terkadang gol tidak bisa dicetak,” tambah Pirlo.

Adapun gol Juventus pada laga di kandang itu dicetak oleh Federico Chiesa pada menit ke-29.

Kemudian, gelandang Atalanta, Remo Freuler, menyamakan kedudukan pada menit ke-57.

Ronaldo berpeluang membuat timnya menambah koleksi gol.

Namun, dia menyia-nyiakan kesempatan untuk menyegel tiga poin, karena gagal mengeksekusi tendangan penalti pada babak kedua.

Itu merupakan kegagalannya keempat Ronaldo menembak bola dari titik putih, dari total 30 tendangan penalti yang dilakukannya untuk Juve di semua kompetisi.

Pirlo tidak terlalu mempermasalahkan kegagalan Ronaldo, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas kecerobohan Morata pada awal babak pertama.

Soal kegagalan Ronaldo, Pirlo berkata, “Sangat disayangkan, karena itu akan membantu kami untuk terus melaju, tetapi hal-hal seperti ini bisa terjadi.”

Selain membuang-buang peluang, Juve juga harus menghadapi kegemilangan penjaga gawang Atalanta, Pierluigi Gollini.

Selain sukses menghentikan penalti Ronaldo, Gollini juga mampu meredam aksi-aksi Morata dan Weston McKennie.

Gollini mengaku sudah mempelajari cara superstar asal Portugal itu saat menembak bola dari titik putih.

Pada empat kesempatan terakhir, dua di Liga Champions dan dua di Serie A, Ronaldo tidak menendang bola ke arah kanan.

“Ronaldo merupakan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, dia telah menendang ke sudut yang sama selama beberapa waktu terakhir dan saya merasa dia akan mengubahnya saat menghadapi saya,” kata Gollini, seperti dilansir laman Football Italia.

“Dia membobol gawang saya dua kali pada musim lalu, kali ini saya memenangkan duelnya!” tambahnya.’

Hasil positif di markas Juve diharapkan Gollini bisa meredam situasi panas di internal klubnya.

Pemain bintang Atalanta, Papu Gomez, dikabarkan tengah berseteru dengan pelatih timnya, Gian Piero Gasperini.

Bahkan, Gasperini dikabarkan ingin meninggalkan kesebelasan itu, karena menganggap dirinya sudah tidak lagi dihormati oleh para pemainnya.

“Ada situasi yang sulit. Satu-satunya hal yang dapat saya katakan adalah bahwa saya berharap semuanya bisa diatasi dan Papu tetap menjadi kapten kami,” kata Gollini.

“Lalu, ada keputusan yang jadi hak klub. Saya harap tim ini tidak pecah. Jika kami mencapai level ini, semua karena ada tim yang selalu kompak satu sama lain,” tambah Gollini.

Hasil imbang melawan Atalanta membuat Juventus memiliki enam hasil seri dari 12 pertandingan awal Serie A musim ini.

Ini adalah catatan pertama mereka sejak musim 1984-1985, yang membuat Juventus ketika itu finis di posisi keenam pada akhir musim.

Adapun bagi Atalanta, tambahan satu angka dari markas Juventus membuat mereka naik satu tangga, dari urutan sembilan ke delapan. Kini Atalanta mengemas 18 angka.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved