Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Tenaga Kesehatan Kota Bekasi, Ria Fhitri Widhiarti dan Siti Muniroh Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Dua tenaga kesehatan di Kota Bekasi, yakni Ria Fhitri Widhiarti dan Siti Muniroh meninggal dunia akibat positif virus corona atau Covid-19

Wartakotalive.com
Ilustrasi : Ria Fhitri Widhiarti dan Siti Muniroh, dua tenaga kesehatan Kota Bekasi meninggal dunia dalam kondisi terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. 

- DKI Jakarta 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat;

- Sumatera Utara 24 dokter dan 3 perawat;

- Jawa Barat 19 dokter, 4 dokter gigi, dan 19 perawat;

- Jawa Tengah 21 dokter dan 21 perawat;

- Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat;

- Banten 7 dokter dan 2 perawat;

- Bali 6 dokter;

- Aceh 6 dokter dan 2 perawat;

- Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat;

- Riau 5 dokter;

- DI Yogyakarta 6 dokter dan 2 perawat;

- Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat;

- Sumatera Selatan 4 dokter dan 5 perawat;

- Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat;

- Sulawesi Utara 3 dokter;

- Nusa Tenggara Barat 2 dokter dan 1 perawat;

- Sumatera Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat;

- Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat;

- Lampung 1 dokter dan 1 perawat;

- Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat;

- Bengkulu 1 dokter;

- Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi;

- Papua Barat 1 dokter;

- Papua 2 perawat;

- Nusa Tenggara Timur 1 perawat;

- Kalimantan Barat 1 perawat, serta

- DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat,

146 Perawat Meninggal

Sebanyak 146 perawat meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, dari Maret hingga 15 Desember 2020.

Jawa Timur menempati posisi teratas, di mana ada 46 perawat meninggal.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah SKp SH MKep MH menjelaskan, selain perawat yang bertugas di rumah sakit, para petugas kesehatan (perawat) yang bertugas di puskesmas merupakan yang gugur terbanyak kedua.

Hal ini menandakan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, masih memiliki perlindungan yang kurang memadai bagi tenaga kesehatan.

"Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan daerah setempat."

"Yang bertanggung jawab terhadap pelayanan puskesmas, juga meningkatkan perlindungan di fasilitas kesehatan tersebut."

"Dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan jumlah yang memadai serta perlengkapan fasilitas lainnya."

"Untuk mengatasi jumlah lonjakan pasien Covid yang saat ini banyak terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia," tutur Harif, Selasa (15/12/2020).

(Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Rina Ayu)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved