Breaking News:

Pilkada Tangsel

Saksi Muhamad-Saraswati Tolak Tandatangan, KPU Belum Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Tentu itu hak ya meskipun penandatanganan saksi tidak mempengaruhi keabsahan berita acara, tapi kami menghargai, itu hak, pilihan mereka,"

Warta Kota/Rizki Amana
Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan perhitungan surat suara Pilkada 2020 Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pilkada 2020 Kota Tangsel yang diadakan pihak KPU Kota Tangsel belum dapat menetapkan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel terpilih.

Pasalnya, saksi paslon nomor urut 1, Muhamad-Saraswati belum mau menandatangani hasil putusan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan surat suara tingkat kota Pilkada 2020 Kota Tangsel.

“Rapat berjalan baik dan seluruhnya menerima kecuali saksi pasangan calon nomor urut 1, tidak menandatangani. Tentu itu hak ya meskipun penandatanganan saksi tidak mempengaruhi keabsahan berita acara, tapi kami menghargai, itu hak, pilihan mereka,” kata pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU Kota Tangsel, M Taufik Mz saat ditemui di bilangan Serpong, Kota Tangsel, Kamis (17/12/2020).

Taufik mengatakan alasan saksi paslon nomor urut 1 tak bisa menerima keputusan rapat pleno didasari persoalan administrasi.

Serta sejumlah permasalahan di luar proses perhitungan surat suara tersebut seperti dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Alasannya bahwa tidak menerima proses terkait administrasi maupun telah disampaikan di forum itu terkait netralitas ASN, money politic dan seterusnya, tentu itu ranah yang lain,” jelasnya.

Saksi nomor urut 1 pasangan calon (paslon) Muhamad -Saraswati, Drajat Sumarsono enggan menerima hasil rapat pleni karena dinilai terburu-buru dalam sejumlah perbaikan rekapitulasi surat suara di tingkat kecamatan.

“Ya mulai DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) banyak sekali, dan yang paling fatal itu adalah surat suara yang dihanguskan. Apalagi delik acara tidak disampaikan pada kami, bahkan tadi Ketua KPU pimpinan sidang Pak Mujahid itu menyampaikan katanya penghapusan kertas surat suara itu telah disampaikan kepada kita akhirnya ditarik lagi,” kata Drajat.

Taufiq menuturkan setelah penetapan rapt pleno itu pihaknya bakal menunggu gugatan sengketa Pilkada 2020 Kota Tangsel ke Mahkamah Konstitusi (MK) dari saksi paslon nomor urut 1 dengan rentan waktu 3 hari kerja.

Diketahui, dalam rapat pleno tersebut total suara tercatat sebanyak 594.711 dari 2.963 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Kota Tangsel.

Adapun dari hasil tersebut diumumkan paslon Benyamin-Pilar mendapat perolehan tertinggi dengan 235.734 suara.

Sedangkan paslon nomor 1, Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memperoleh 205.309 suara, dan paslon nomor 2, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, hanya memperoleh 134.682 suara.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved