Punya Foto Sekelompok Pemuda Latihan Teror Orang Penting, Mahfud MD: Paham Jihadis, Jihad yang Salah

Kemenko Polhukam mendapat sebuah informasi dan foto adanya sekelompok pemuda latihan meneror orang penting.

Editor: Panji Baskhara
Kompas
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku pihaknya mendapatkan informasi dan foto-foto sekelompok pemuda latihan meneror orang penting di tempat khusus. Mahfud MD menyebut jika kegiatan itu merupakan paham jihadis atau jihad yang salah 

Selain ancaman teror, Pancasila juga mendapat ujian dengan merebaknya intoleransi.

Intoleransi ini membuat tidak ingin menyatu dengan orang yang dianggap berbeda dengan pahamnya.

Untuk meredam radikalisme ini, Mahfud menekankan pentingnya kembali menguatkan persatuan.

"Tugas kita adalah menjalankan pemerintah, negara yang bersumbu pada kesatuan bangsa kita"

"Semua energi kita harus kita kerahkan untuk jaga keutuhan dan kebersamaan, kebersatauan kita," imbuh Mahfud.

Waspadai Kelas-kelas Online Radikalisme Lewat Aplikasi Video Conference

Munculnya teknologi informasi dan komunikasi seperti aplikasi video conference, bisa saja disalahgunakan penggunaannya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, melalui video conference, orang bisa mengajarkan ajaran radikal kepada pengikutnya melalui kelas online tanpa harus bertatap muka, dengan peserta dari berbagai penjuru daerah di Tanah Air.

Menanggapi fenomena itu, Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Khariri Makmun Lc, MA mengatakan, untuk mewaspadai adanya kelas-kelas online radikalisme yang tumbuh di masa teknologi informasi dan komunikasi kini.

Untuk mencegah penyebaran paham radikal terorisme, kata Khariri Makmun, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perlu untuk mengawasi pergerakan kelompok radikal di media online.

"Karena sekarang dengan adanya aplikasi seperti zoom, mereka bisa saja membuat kelas-kelas online untuk menyebarkan pemahaman mereka dan saya kira itu perlu diwaspadai juga oleh BNPT,” kata Khariri Makmun dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (26/6/2020) malam.

Hal ini mengingat pesatnya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan dalam melakukan komunikasi dan penyebaran informasi.

Menurut Alumni Universitas Al-Azhar Kairo itu bahwa dulu mereka atau kelompok-kelompok radikal belajar lewat internet masih sendiri melalui google maka kini sudah dapat menggunakan guru melalui kelas online.

Khariri Makmun mengatakan, kalau pertama mereka masih baca sendiri, di doktrin melalui tulisan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved