Sport

Esports Buatan Indonesia Lokapala akan Dipertandingkan di PON XX 2021 Papua

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengapresiasi hadirnya game esport buatan Indonesia, Lokapala.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
dok. kemenpora
Menpora Zainudin Amali  bersama Ketum KONI Pusat Marciano Norman menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Auditorium Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengapresiasi hadirnya game esport buatan Indonesia, Lokapala.

Lahirnya Lokapala seakan mematahkan asumsi bahwa developer Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara-negara adidaya dalam game, seperti Cina dan Korea.

Menurut Marciano Norman, game esport Lokapala tak hanya menyajikan tentang bagaimana bermain game, tetapi lebih dari itu.

Game esport Lokapala juga bisa mengedukasi para pemainnya dengan karakter-karakter asli Indonesia.

“Tentunya KONI Pusat hari ini datang melihat bagaimana proses atau kegiatan yang dilakukan developer ini. Tadi, saya sudah dibawa keliling melihat bagaimana keunggulan game esport ini,” kata Marciano Norman dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (17/12/2020).

“Saya lihat, keunggulan Lokapala itu mengangkat tema pahlawan nasional sehingga ini menarik sekali. Saya berikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pembuatan game Lokapala,”

“Pastinya, ini akan jadi game yang sangat bagus, karena anak-anak ami yang bermain game ini secara tidak langsung akan belajar sejarah. Sehingga, mereka tahu pahlawan lokal dan akan bangga jadi orang Indonesia,” tutur Marciano.

Lebih lanjut, Marciano juga menuturkan bahwa dirinya akan membantu mengenalkan game esport Lokapala dengan mempertandingkannya dalam kejuaraan Esport di PON XX 2021 Papua.

“Saya juga sudah merencanakan atas masukan pengurus KONI atas koordinasi beberapa pihak untuk coba nanti pada PON 2021 bulan oktober di Papua bisa kita pertandingkan di cabor eksebisi. Kita berikan kesempatan Lokapala untuk dipertandingkan,” kata Marciano.

Sementara itu, CEO Anantarupa Studio, Ivan Chen,  merasa optimistis game esport Lokapala bakal diterima masyarakat Indonesia dan siap bersaing dengan game esport buatan luar negeri yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.

“Kami merasa optimistis masyarakat bisa menerima game kita. Contohnya waktu soft launching, dalam waktu 4 bulan game kita sudah dimainkan 1,5 juta. Itu tidak ada promosi atau turnamen. Itu artinya masyarakat Indonesia menerima,”kata Ivan.

“Ke depan, kami akan banyak menggelar turnamen, sehingga kami bisa bersaing dengan game-game lain buatan luar negeri,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved