Breaking News:

Usai Pilkada Depok, Pradi Perdalam Ilmu Politik di Universitas Indonesia

Usai hingar bingar politik di Pilkada Depok, Pradi Supriatna memilih memperdalam ilmu politik dengan menempuh pendidikan S3 di Universitas Indonesia.

Repro Instagram@pradi_supriatna
Pradi Supriatna mengajak warga Depok tak golput dan menjaga kebersamaan Kota Depok yang majemuk. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Usai hingar bingar politik di Pilkada Depok, Pradi Supriatna memilih memperdalam ilmu politik dengan menempuh pendidikan S3 di Universitas Indonesia.

Tuntutlah ilmu setinggi langit adalah peribahasa yang tepat disematkan kepada Wakil Wali Kota Depok tersebut.

Bagaimana tidak, sukses meraih gelar S1 Manajemen dan program magister (S2) bidang Sistem Informasi, Pradi akan segera menambah satu ilmu lagi guna melengkapi gelarnya selama ini.

Baca juga: Hasil Pilkada Depok: Idris-Imam Unggul 55,6 % Atas Pradi-Afifah dengan 44,4 %, Ini Hasil Lengkapnya

Pradi akan menjadi mahasiswa S3 jurusan Ilmu Politik. Tak tanggung-tanggung, Pradi akan menuntut ilmu di Universitas Indonesia.

"Saya sedang mendaftar program doktoral (S3) Ilmu Politik di Universitas Indonesia," bukanya kepada Warta Kota, Selasa (15/12/2020) di kediamannya, Depok.

Lanjutnya, alasannya mengambil jurusan ilmu politik karena ingin menambah wawasan dari sisi kemampuan politik. 

Baca juga: Hasil Pilkada Depok, Pradi Supriatna Tunggu Hasil Akhir Sambil Pantau Hitung Cepat

Dimana, dengan menguasai keahlian politik, dirinya dapat lebih efisien dan efektif dalam mengambil langkah dan sikap nantinya.

"Selain itu, saya ingin menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menimba ilmu terutama inspirasi untuk anak-anak saya," ucap Pradi kepada Warta Kota, Selasa (15/12/2020) di kediamannya, Depok.

Pradi sendiri menjelaskan tidak mudah bicara tentang politik.

Baca juga: Pradi Supriatna: Saya Petarung Sejati, Tidak Mempersoalkan Menang atau Kalah di Pilkada Depok

Hal ini membuatnya serius menekuni dan menyelesaikan perkuliahan tepat waktu nantinya.

Ada pun alasannya memilih Universitas Indonesia adalah faktor kedekatan Universitas Indonesia dengan tempat tinggal dan tempat dirinya bekerja, sehingga mampu menghemat biaya.

"Yang jelas, selama saya masih diberikan kesehatan dan usia, saya akan tetap belajar. Seperti pepatah mengatakan, tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, dimana belajar sampai seumur hidup. Saya belum tau suatu saat nanti apakah akan menjadi guru besar atau tidak," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved