Breaking News:

Polda Metro akan Tindak Tegas Keramaian Perayaan Tahun Baru

Polda Metro Jaya menjelaskan kegiatan malam Tahun Baru yang sifatnya berkerumun untuk tahun ini ditiadakan dan dilarang.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Cuaca di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara diguyur hujan deras di malam pergantian tahun, Rabu (1/1/2020). Namun pengunjung Ancol tak beranjak dan antusias saksikan pesta kembang api Tahun Baru 2020 di Ancol. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan bahwa pihaknya akan melakukan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang nekat menggelar keramaian untuk merayakan pergantian tahun.

"Baik itu tempat hiburan, cafe, tempat wisata, hotel atau lainnya kami minta tidak menggelar keramaian perayaan pergantian tahun untuk kali ini. Sebab ini masih masa pandemi Covid-19, dan rentan menimbulkan klaster baru," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/12/2020).

Ia menjelaskan kegiatan malam Tahun Baru yang sifatnya berkerumun untuk tahun ini ditiadakan dan dilarang.

Baca juga: Lelaki Mengaku Orangtua Anggota FPI yang Tewas Ditembak Sambangi Markas FPI, Ini Maksudnya

Baca juga: Kapolri Perintahkan Anggotanya Pakai Helm, Rompi Anti Peluru, dan Bersenjata, Ada Apa?

Baca juga: Viral Rekaman 20 Menit, Diduga Voice Note 6 Pengawal Habib Rizieq yang Tewas Ditembak di Tol

"Baik itu di tempat wisata, hiburan atau cafe, semuanya tidak boleh. Makanya perizinan keramaian tidak akan kita berikan, kepolisian tidak akan memberikan perizinan untuk semuanya," tegasnya.

"Jika ditemukan pelangggaran akan kita tindak tegas sesuai aturan. Karena di masa pandemi Covid-19 ini sudah jelas, tidak boleh ada kerumunan," katanya.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini katanya sudah ada beberapa tempat yang ditindak tegas pihaknya dan dilakukan penutupan sementara.

"Beberapa cafe yang ada yang memang melebihi jam operasional dan kapasitas melebihi ketentuan kita tindak. Bahkan beberapa cafe kita ajukan untuk dicabut izinnya, karena ada peredaran narkoba di sana," katanya.

Ia mencontohkan cafe Kilo di Jakarta yang ditemukan ada peredaran narkoba di sana.

"Kami sudah sampaikan kepada Dinas Pariwisata untuk ditutup dan dicabut izinnya. Sudah diamini oleh pak wagub, karena rekomendasi dari kami untuk mencabut izinnya," kata Yusri.

Selain itu katanya ada beberapa tempat yang disegel selama seminggu sampai dua minggu.

Yusri Yunus mengatakan ada 316 gereja di Jakarta yang mendapatkan perhatian khusus pengamanan, pada perayaan pekan Natal dan Tahun Baru kali ini.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved