Breaking News:

Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda, Pencak Silat Harus Dilestarikan dan Dikembangkan

UNESCO telah menetapkan Pencak Silat ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, Desember 2019 lalu.

istimewa
Penyerahan sertifikat Pencak Silat sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO di Gedung Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/12/20). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menyerahkan sertifikat Pencak Silat sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO kepada sesepuh Pencak Silat, Mayjend (Pur) Dr (HC). H. Eddie M  Nalapraya, di Gedung Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/12/20).

Seperti diketahui, Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO, telah menetapkan usulan Indonesia yaitu Tradisi Pencak Silat ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, Desember 2019 lalu.

Eddie M. Nalapraya merupakan salah satu dari tim penyusun naskah nominasi Pencak Silat yang mengawal usulan pencak silat hingga masuk ke dalam daftar ICH UNESCO.

Pengusulan Pencak Silat ke UNESCO dilakukan oleh komunitas yang terdiri dari Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI), Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI), perwakilan aliran dan perguruan dari Sumatera Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Bali. Usulan itu serta difasilitasi oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.  

Anwar Al-Batawi, selaku Ketua Umum ASTRABI merasa bersyukur dengan diterimanya sertifikat ICH UNESCO itu karena dengan demikian pencak silat kini sudah mendapat pengakuan dunia.

"Alhamdulilah, ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya, dan saya ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang tak terhingga karena pada hari ini pencak silat sudah bisa mendunia dan mendapat pengakuan dunia,” ungkapnya.

“Hari ini kita bisa tunjukan kepada pelaku yang berkecimpung di dunia pencak silat. Sekarang saatnya kita bangkit dan inilah saatnya kita menjadi besar tidak hanya di Indonesia bahkan mendunia,“ sambungnya.

Anwar pun menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka akan satukan misi demi berkembangnya Pencak Silat agar menjadi muatan lokal nantinya.

“Marilah pencak silat terus kita kembangkan agar suatu saat pencak silat menjadi budaya yang enak kita tonton, juga bisa menghasilkan dari sisi ekonomi. Ini bisa terwujud kalau kita mau, dan saya yakin para pelaku pencak silat ini akan bisa bangkit dengan menunjukan jatidirinya dengan kita buktikan bahwa pelaku pencak silat mampu berprestasi dan berkreasi,“ tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI), Edwin Senjaya mengatakan sertifikat tersebut merupakan sebuah amanah sekaligus sebagai pekerjaan rumah yang harus terus dijaga.

“Karena kalau misalnya tidak kita jaga beberapa tahun kemudian sertifikat ini bisa dievaluasi kembali oleh UNESCO bahkan bisa dihapuskan. Nah tugas kita adalah menjaga dan  memperhatikan bagaimana caranya pencak silat betul-betul harus membumi di Indonesia,“ urainya.

“Pencak Silat harus kita lestarikan sebagai budaya kearifan lokal yang di dalamnya memiliki filosofi-filosofi bermanfaat yang dimiliki bangsa Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tutup Edwin.

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved