Breaking News:

Berita Bekasi

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021, PT Jasa Marga Jaring 63 ODOL di Jalan Tol Jakarta Cikampek

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2021, PT Jasa Marga Jaring 63 ODOL di Jalan Tol Jakarta Cikampek

Jasa Marga
PT Jasa marga menggelar razia jelang libur akhir tahun 2020. Tercatat ada sebanyak 63 kendaraan berat terjaring operasi over dimension & over load (ODOL) di Jalan Tol Jakarta Cikampek pada Selasa (15/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Jelang libur akhir tahun 2020, sebanyak 63 kendaraan berat terjaring operasi over dimension & over load (ODOL) di Jalan Tol Jakarta Cikampek, pada Selasa (15/12/2020).

Operasi ODOL tu dilakukan Jasa Marga bersama Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Korlantas POLRI, BPTD dan Dishub Jawa Barat.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan operasi dilakukan menyasar kendaraan non-golongan I atau angkutan barang yang melebihi ketentuan daya angkut dan dimensi atau dikenal dengan ODOL.

Adapun titik operasi ODOL di Parking Bay KM 18A, Tempat Istirhat dan Pelayanan (TIP) KM 19A, dan TIP KM 39A Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Selama ini, Jasa Marga rutin menggelar operasi ODOL di sejumlah lokasi. Salah satunya di ruas Tol Jakarta-Cikampek," kata Heru, dalam keterangan, pada Selasa (15/12/2020).

Heru menerangkan mekanisme operasi ODOL kali ini dimulai dengan penimbangan kendaraan angkutan barang di parking bay KM 18A.

Baca juga: Juliari Batubara Terlibat Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Diminta Periksa Ketum dan Sekjen PDIP

Kendaraan yang melebihi 50 persen dari ketentuan jumlah berat yang diizinkan (JBI akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku dan ditunda perjalanannya di TIP KM 19A.

"Di titik itu setelah muatan kendaraan tersebut dipindahkan oleh pemilik barang sampai memenuhi batas muatan yang berlaku. Setelah muatan dipindahkan, kendaraan tersebut dapat melanjutkan perjalanan," tuturnya.

Baca juga: Habib Rizieq Diduga Mendapatkan Diskriminasi Hukum, Fadli Zon Menyebut Ada yang Dendam dengan HRS

Pada operasi di TIP KM 19A, tercatat sejumlah 24 kendaraan angkutan barang terjaring, dengan 15 kendaraan melanggar ketentuan, rinciannya 11 kendaraan overload, 2 kendaraan overdimension, 2 kendaraan tidak dilengkapi surat berkendara, dan 1 kendaraan tidak melanjutkan perjalanan karena muatan melebihi 100 persen dari JBI).

Lokasi kedua penindakan dilakukan pada TIP KM 39A, tercatat sejumlah 39 kendaraan terjaring, dengan 19 kendaraan melanggar ketentuan, rinciannya 8 kendaraan overload, 1 kendaraan overdimension, 10 kendaraan tidak dilengkapi surat berkendara.

Sementara Kepala Umum Bagian Sekretariat BPJT Mahbullah Nurdin menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakan penegakan hukum ODOL ini adalah dalam rangka menegakkan disiplin untuk kendaraan melebih kapasitas sesuai aturan.

"Kalau kita perhatikan, kendaraan ODOL ini memberikan dampak negatif seperti memperlambat laju kendaraan lain di jalan tol, berisiko menyebabkan kecelakaan tabrak dari belakang dan mempercepat kerusakan jalan," kata Nurdin.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved