Breaking News:

Banjir Jakarta

Dinas Sumber Daya Air DKI Siagakan 8.000 Personel Antisipasi Ancaman Banjir Awal Tahun 2021

Dinas Sumber Daya Air DKI siagakan 8.000 personel untuk mengantisipasi ancaman banjir di awal tahun 2021.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Hertanto Soebijoto
istimewa
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyiagakan 8.000 personel untuk menghadapi ancaman banjir di penghujung tahun 2020. Foto dok: Banjir di Permukiman Warga di Jalan Puri Mutiara Ilir, RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (5/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyiagakan 8.000 personel untuk menghadapi ancaman banjir di penghujung tahun 2020.

Hal ini berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, saat itu banjir menerjang Ibu Kota di berbagai wilayah usai malam pergantian tahun baru dengan ketinggian bervariasi dari 50-100 sentimeter.

“Kami tidak ada istilah cuti atau libur, justru orang libur kami tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya banjir kiriman dari hulu,” kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf pada Selasa (15/12/2020).

Video: Siap Hadapi Banjir, Pemkot Jakarta Barat Gelar Simulasi Jika Rawabuaya Terendam 100 Cm

Menurut Juaini Yusuf , ribuan pasukan itu bertugas mengeruk endapan lumpur dan sampah yang ada di saluran air maupun sungai dan kali, sehingga potensi genangan dan banjir dapat dihindari.

Juaini Yusuf  mengatakan, mereka telah bekerja intensif sejak Maret 2020 lalu melalui program Grebek Lumpur.

Baca juga: Masalah Banjir Jakarta Tidak Pernah Tuntas, FAKTA Nilai Pansus Banjir DPRD DKI Tak Pernah Ada Hasil

Baca juga: Anies Sebut Banjir Jakarta Awal Tahun Akibat Curah Hujan Terbesar Dalam 150 Tahun Terakhir

Untuk memaksimalkan penanganan, pihaknya membekali anggota satuan tugas (satgas) dengan sejumlah peralatan.

Di antaranya truk, ekskavator, 160 pompa mobile dengan kapasitas 400 liter per detik, pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 meter kubik per detik, pintu air 231 unit, 65 pompa apung dengan kapasitas 50 liter per detik dan sebagainya.

“Proyek Gerebek Lumpur menyasar sejumlah tali air di antaranya drainase, kali, sungai waduk, embung dan lain-lain. Dengan proyek ini, diharapkan dapat meminimalisir banjir karena kapasitas tali air meningkat seiring endapan lumpurnya dikeruk,” ujar Juaini Yusuf .

Berdasarkan pendataannya, masih ada sejumlah permukiman warga yang berpotensi mengalami banjir.

Baca juga: Update Banjir Jakarta: 30 Jalan Umum di Jakarta Barat Terendam Banjir, Ini Daftar Lengkapnya

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved