Breaking News:

VIDEO Penyebar Berita Hoaks Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Bunuh 6 Laskar FPI Dibekuk Polisi

Polda Metro Jaya menciduk tersangka penyebar berita bohong dan ujaran kebencian dengan nada provokatif di media sosial (sosmed).

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Murtopo
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merilis kasus video viral ujaran kebencian, di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/12/ 2020). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polda Metro Jaya menciduk tersangka penyebar berita bohong dan ujaran kebencian dengan nada provokatif di media sosial (sosmed). Pelaku adalah seorang pria yakni S (40), yang ditangkap di rumahnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (12/12/2020). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, tersangka sangat masif menyebarkan ujaran kebencian di medsos dengan memposting bermuatan SARA. 

Salah satunya adalah berita hoaks soal Kapolda Metro Jaya bersama Pangdam Jaya melakukan pembunuhan berencana terhadap 6 Laskar FPI.

"Pelaku mengirimkan atau menyebarkan pesan atau berita yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya secara masif dari handphonenya (HP) di media sosial," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/12/2020).

Menurut Yusri penangkapan tersangka S dari hasil laporan masyarakat. Kemudian Cyber Patroli menemukan Grup Whatsapp (WA) dengan nama “KEDAI KOPI INDONESIA”.

Dimana tersangka  memposting foto Kapolda Metro Jaya menggunakan pakaian dinas dan di berikan tulisan “Dicari orang ini, Pembunuh bayaran, Segera dihubungi mujafudfisabilillah".

Baca juga: VIDEO Ketum DPP FPI dan Panglima Laskar FPI Datangi Polda Metro Jaya, Polisi: Menyerahkan Diri

"Dari hasil pengecekan nomor HP pengirim gambar sudah dalam keadaan mati. Hasil analisa ditemukan nomor baru pengirim. Kemudian tim mendatangi pemegang no HP dan melakukan pengecekan, bahwa benar HP tersebut sering digunakan. Namun akun whatsapp dan gambar tersebut tidak ditemukan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/12/2020).

Dari hasil pemeriksaan HP tersangka, katanya, juga ditemukan beberapa Grup WA diantaranya “000FAKTA.BERKATA” dan “MEDIA MUSLIM INDONESIA” yang terdapat beberapa postingan tersangka yang bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya.

Baca juga: Komnas HAM Apresiasi Kehadiran Kapolda Metro Jaya Beri Keterangan Soal Tewasnya 6 Anggota Laskar FPI

"Grup tersebut adalah Grup yang berisikan pelajaran agama berupa ceramah, mengaji dan  Tausiyah dan berita-berita tentang keagamaan dan tersangka bergabung dalam grup tersebut sekitar pada bulan September 2020," ujar Yusri.

Sedangkan Grup WA “000FAKTA.BERKATA” juga berisi tentang ilmu agama seperti sejarah islam dan rasul Allah. Tersangka bergabung sekitar 2 mingguan. "Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka benar mengirimkan pesan bersifat memprovokasi dan menghasut pembacanya," tukasnya. 

Baca juga: Beda dengan Rizieq Shihab, Polda Metro Jaya Pulangkan 3 Tersangka Kasus Kerumunan di Petamburan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved