Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Kasus Edhy Prabowo, Masa Penahanan Diperpanjang KPK, Periksa Empat Saksi Hingga Telusuri Aliran Dana

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang masa penahanan Edhy Prabowo dan kawan-kawan (Dkk).

Editor: Panji Baskhara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). KPK menahan Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya, dalam kasus dugaan menerima hadiah atau janji terkait perizinan tambak usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perpanjang masa penahanan Edhy Prabowo dan kawan-kawan (Dkk).

Diketahui, pihak KPK perpanjangan masa penahanan lima tersangka terkais kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

Kelima tersangka yang masa penahanan diperpanjang KPK terkait dugaan suap izin ekspor benih lobster antara lain:

Baca juga: Kasus Edhy Prabowo, KPK Dalami Aktivitas PT ACK Dalam Pengajuan Izin Ekspor Benur di KKP

Baca juga: Edhy Prabowo dan Juliari Batubara Ditangkap KPK, Deddy Corbuzier: Saat Ngobrol Mereka Baik Sekali

Baca juga: Menteri KKP Edhy Prabowo dan Mensos Juliari Tersangka, Arsul Sani: Bukti Revisi UU Tak Lemahkan KPK

- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

- Staf khusus Edhy, Safri

- Pengurus PT Aero Citra Kargo, Siswadi

- Staf istri Edhy, Ainul Faqih, dan

- Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito.

"Hari ini (14/12/2020) dilakukan perpanjangan penahanan terhadap lima orang tersangka masing-masing selama 40 hari"

"dimulai tanggal 15 Desember 2020 sampai 23 Januari 2021," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (14/12/2020).

Edhy dan kawan-kawan sebelumnya telah ditahan KPK sejak Rabu (25/11/2020) lalu di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK setelah terjaring dalam rangkaian operasi tangkap tangan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

"Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik KPK masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangka tersebut," kata Ali.

Di kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved