Di-PHK karena Pandemi, Kakak Beradik Banting Stir Jualan Cupang, Penghasilannya Menakjubkan

Baik Rizki dan Prabu belajar budidaya secara otodidak sambil mempraktikan ilmu yang dipelajarinya dari YouTube dan jejaring sosial lainnya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Tempat budidaya Cupang Lurah di Bantargebang, Bekasi, Senin (14/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BANTARGEBANG - Pandemi Covid-19 berdampak pada banyaknya anak muda yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi operasional karyawan.

Hal itu juga dialami kakak beradik, Prabu Muhammad (28) dan Rizki Muhammad (21) yang terkena efisiensi karyawan dan terpaksa dirumahkan dari sebuah perusahaan pada Maret 2020 lalu

Tak patah arang, keduanya mencari peluang bisnis untuk menjadi pembudidaya ikan cupang yang kembali ngetren baru-baru ini.

"Suka ikan cupang sudah dari kecil, tapi waktu itu sekedar pelihara saja. Mulai diseriusin untuk budidaya sejak dirumahkan," ungkap Rizki saat ditemui di kediamannya, Bantargebang, Bekasi, Senin (14/12/2020).

Baik Rizki dan Prabu belajar budidaya secara otodidak sambil mempraktikan ilmu yang dipelajarinya dari YouTube dan jejaring sosial lainnya.

Meski berhasil menernakan, anak ikan cupang yang dihasilkan ternyata kurang bagus.

Hingga kemudian keduanya membeli sepasang ikan cupang berkualitas tinggi seharga jutaan rupiah.

"Awalnya saya beli sepasang indukan murah. Memang jadi, ada anaknya, tapi enggak bagus. Saya cobain terus beli yang mahal, ternyata hasil anaknya bagus," tuturnya.

Sementara itu, Prabu menjelaskan bahwa biasanya, hal yang membuat gagalnya proses budidaya lantaran terlalu dini melakukan pembiakan.

"Itu biasanya di usia indukan yang muda, indukan yang belum pas. Biasanya kan kita nge-breeding di usia 4 sampai 5 bulan, awal kita karena nggak tau dan terburu-buru juga, jadi umur tiga bulan kita sudah bit, ternyata telurnya muda, anaknya pun masih rentan," ungkap Prabu.

Meski proses pemeliharaan ikan cupang tak rumit, namun kualitas air perlu dijaga menggunakan tumbuhan ketapang.

"Cuaca juga pengaruh karena kita di outdoor kan, jadi banyak faktor sih. Paling konsisten di air aja, cupang itu yang dipelihara airnya sama Ketapang untuk kontrol pH air," tuturnya.

Meski belum begitu banyak, cupang-cupang yang diternak oleh keduanya sudah mulai dibeli masyarakat umum.

Penghasilannya pun cukup menjanjikan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved