Jangan Sampai Kasus Mutilasi Terulang Lagi, Wali Kota Bekasi Serukan Satpol PP-Dinsos Jangkau PMKS

Terlebih lagi, pihaknya memiliki fasilitas rumah singgah yang bisa menampung para PMKS untuk bisa dilatih dan diberikan pelatihan kerja.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Rangga Baskoro
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Jumat (11/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Jajaran Satpol PP dan Dinas Sosial lebih sering lagi menjangkau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di seputar Kota Bekasi.

Seruan itu disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi agar perbuatan memutilasi yang dilakukan manusia silver berinisial AYJ (17) di Kampung Pulo Gede, Bekasi Barat, Minggu (6/12) lalu, terulang kembali dilakukan oleh PMKS lainnya.

“Kami menyesali, makanya saya dengan dinsos, hal-hal seperti itu apalagi yang orang yang di jalan-jalan itu untuk segera ditertibkan, dibina, artinya di upgrade, kemampuan untuk bisa melakukan interaksi,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/12/2020).

Rahmat menjelaskan kejadian tersebut sejatinya bisa diantisipasi apabila para PMKS yang dijangkau diberikan pelatihan-pelatihan kerja agar tak kembali ke jalanan.

“Ya semacam diklat-diklat lah untuk menambah kapasitas dia (PMKS) untuk bisa hidup beradaptasi di masyarakat,” ucapnya.

Terlebih lagi, pihaknya memiliki fasilitas rumah singgah yang bisa menampung para PMKS untuk bisa dilatih dan diberikan pelatihan kerja.

“Rumah singgah itu harusnya bisa dijadikan tempat untuk mendidik orang. Umpamanya bisa ngelas, bisa yang salon-salon itu, bisa catering, harusnya begitu. Tiga bulan mereka di sana, selesai, diberikan semacam bantuan,” kata Rahmat.

Sebelumnya, AYJ diamankan Polda Metro Jaya karena terbukti menjadi pelaku mutilasi DS (24).

Perbuatan tersebut didorong karena ia merasa sakit hati lantaran korban kerap kali tak membayar usai melalukan hubungan badan.

Padahal korban dijanjikan akan memberi pelaku uang Rp 100.000 setiap melakukan hubungan sesama jenis.

Meski telah lebih dari 50 kali berhubungan badan, AYJ mengaku hanya dibayar beberapa kali saja.

Pernah jadi korban

Ketua KPAD Kota Bekasi, Aries Setiawan mengatakan pihaknya sedang melakukan penelusuran untuk mengetahui latar belakang pelaku mutilasi Kalimalang berinisial AYJ (17).

Penulusuran dilakukan pihaknya ke sekolah tempat AYJ pernah mengenyam pendidikan di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pihaknya menemukan suatu hal yang mengejutkan di mana AYJ dulunya diduga pernah jadi pelaku atau korban kekerasan seksual.

“Karena memang ya di jalanan, dan pernah melakukan tindakan di luar seusianya lah, di sekolah MI juga gurunya pernah cerita,” kata Aries saat dikonfirmasi, Sabtu (12/12).

Hal itu diperkuat dari keterangan kepolisian yang menyampaikan bahwa AYJ dan DS telah melakukan hubungan intim sebanyak kurang lebih 50 kali, dalam hal ini AYJ mengaku diiming-imingi bayaran sebanyam Rp 100 ribu setiap kali berhubungan badan.

Atas dasar itu, Aries menduga bahwa AYJ dulunya juga pernah menjadi korban atau bahkan pelaku kekerasan seksual sedari kecil, bahkan ketika sebelum ia bertemu dengan DS.

Pihaknya akan terus mencari tahu kebenaran mengenai latar belakang pelaku yang merupakan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved