Breaking News:

Upaya Pelatihan dan Pendampingan UMKM Kabupaten Bekasi Terkendala Anggaran

Pemerintah Kabupaten Bekasi akan menggelar pelatihan serta pendampingan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah meski terkendala anggaran.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Max Agung Pribadi
Istimewa
Visa kampenyekan UMKM Bisa. Tujuannya untuk berdayakan UMKM di Indonesia 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi bakal melakukan pelatihan serta pendampingan usaha bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meski terkendala anggaran.

Hal itu dilakukan guna memajukan usaha para UMKM yang berdampak pada perluasan lapangan kerja.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna mengatakan ada ratusan ribu jumlah UMKM di Kabupaten Bekasi, baik itu masuk dalam binaannya maupun tidak.

Baca juga: Tampung Keluhan Warga, Neneng Hasanah terima Curhatan Ibu-ibu PKK hingga Pinjaman Modal UMKM

Maka itu, perlu upaya serta dorongan agar para UMKM itu dapat berdampak pada perekonomian daerah hingga mengatasi persoalan pengangguran.

"Maka kedepannya tak hanya berikan pelatihan, tapi akan diperkuat dengan pendampingan, selama ini memang kita kesulitan melakukan itu karena keterbatasan aggaran," kata Iyan, pada Jumat (11/12/2020).

Iya menjelaskan harus ada wadah bersama dalam memajukan para pelaku UMKM, dibutuhkan eran swasta maupun UMKM yang telah mapan untuk melakukan pendampingan kepada pelaku usaha mikro baru untuk membantu pemasaran, maupun proses lainnya.

Baca juga: Dewan Riset Daerah DKI Jakarta Angkat Bicara Tentang Nasib Pedagang UMKM di Rasuna Garden

"Jadi si pendamping kita training, untuk nanti mentraining UKM-UKM. Targetnya satu pendamping itu mensupervisi 20 UKM," ucapnya.

Tak hanya itu, lanjut Iyan, pihaknya juga tengah mencoba melakukan upaya kemitraan agar produk-produk UKM ini dapat terpasarkan dengan baik.

Soalnya, kendala utama dalam berjualan itu yakni pemasaran atau penjualan produknya.

Baca juga: Tiap Bulan Dapat Gaji dan Insentif, Tukang Jahit Keliling Senang Jadi Mitra UMKM Bikin Baju Hazmat

"Ini kan sudah ada perdanya, cuman belum ada peraturan Bupatinya. Kita akan buat perbupnya terkait kemitraan, intensif usaha, penyusunan ruang usaha, rencana 2021 dibuat, kami sudah usulkan," tuturnya.

Ia menambahkan diharapkan adanya pelatihan serta pendampingan itu dapat memajukan para UKM.

Apalagi saat ini, perdagangan online terus berkembang. Para pelaku usaha kecil dan menengah pun didorong untuk dapat manfaatkan ceruk pasar yang luas ini.

"Soalnya kalau dijual di warung yang beli paling tetangga kita saja. Tetapi kalau di online yang beli dari mana-mana. Jadi kembangkan terus (usaha). Ini yang akan menjadi salah satu materi dalam pendampingan itu," paparnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved