Breaking News:

Transportasi Jakarta

MRT Bakal Terintegrasi se-Jabodetabek, Dananya Akan Digelontor PEN Rp 1,7 Triliun: Bukan dari APBN

MRT bakal terintegrasi se-Jabodetabek, dananya akan digelontor PEN Rp 1,7 triliun. Bukan dari APBN.

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
MRT bakal terintegrasi se-Jabodetabek, dananya akan digelontor PEN Rp 1,7 triliun. Bukan dari APBN. Foto dok: Warga naik kereta MRT saat uji coba untuk warga Jakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - MRT Jakarta bakal terintegrasi se-Jabodetabek, dananya akan digelontor PEN Rp 1,7 triliun. Bukan dari APBN.

PT MRT Jakarta (Perseroda) memperoleh dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,7 triliun untuk melakukan integrasi transportasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

"Dananya itu untuk mendorong inisiatif integrasi transportasi Jabodetabek. Jadi MRT Jakarta mendapatkan penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab dan melakukan aksi korporasi bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait pengintegrasian pengelolaan transportasi di Jabodetabek," ujar William dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Video: Pelanggaran Protokol Kesehatan, Penyidik Akan Tangkap Habib Rizieq Shihab

PEN yang diberikan untuk itu bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), namun berasal dari korporasi.

Dana itu, lanjut William, nantinya akan digunakan oleh MRT Jakarta untuk membeli sebanyak 51 persen saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) milik PT KAI sehingga mempermudah proses integrasi transportasi di Jabodetabek.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng Pemprov DKI, Kemenhub dan ADB, Gelar Webinar Internasional

Baca juga: Konstruksi dan Tahapan Operasional MRT Jakarta Fase 2 Terancam Tertunda, ini Penyebabnya

Sebanyak 51 persen saham yang dibeli MRT Jakarta itu nantinya akan dikelola oleh PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) yang merupakan perusahaan patungan milik MRT Jakarta dan KAI.

William mengatakan, untuk proses pembelian saham PT KCI, pihaknya telah melakukan pengecekan nilai aset dengan mempercayakan hal itu pada pihak ketiga yaitu pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Kita buat pagu anggarannya Rp 1,7 triliun karena angkanya bisa berubah-ubah (nilai aset). Bisa Rp 1,2 triliun atau Rp 1,4 triliun. Ya kita harapkan pengecekan nilai aset ini selesai di Desember 2020," kata William.

Jika nantinya ada dana yang tersisa dari total Rp1,7 triliun itu, William mengatakan pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan PT SMI.

Baca juga: Layanan MRT Jakarta, Besok Kembali Normal, Ini Jadwal Operasionalnya

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved