Breaking News:

PIlkada Depok

Usai Tinjau Pencoblosan, Waras Wasisto Yakin Pradi-Afifah Unggul 70 Persen di Pilkada Depok

Anggota DPRD Jawa Barat, Waras Wasisto, Yakin Pradi-Afifah Unggul 70 Persen di Pilkada Depok

Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Usai meninjau pencoblosan di Pilkada Depok, Waras Wasisto yakin Pradi-Afifah unggul 70 persen 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto, yakin Pradi Supriatna-Afifah Alia menang di Pilkada Depok 2020.

Waras optimistis Pradi-Afifah unggul 70 persen suara di Pilkada Depok

"Luar biasa tingkat partisipasi warga yang datang ke TPS cukup ramai dan semarak. Saya pikir target kepesertaan pemilih KPU Kota Depok 77, 5 persen akan tercapai," ujar Waras usai meninjau pencoblosan di Kota Depok, Rabu (9/12/2020).

 "Saya kok optimis ya, Pradi-Afifah akan meraih kemenangan telak dengan raihan 70 persen suara," tegasnya.

Dia juga mengapresasi warga Kota Depok yang datang ke TPS mentaati protokol kesehatan.

"Antusias warga Kota Depok luar biasa, sepertinya mereka ingin ada perubahan kepemimpinan. Saya juga apresiasi warga Kota Depok sangat taat jalani protokol kesehatan saat ke TPS," ujar Waras.

Sementara itu, diberitakan Wartakotalive.com, bahwa warga Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, khususnya RT003/RW04 antusias memberikan hak suaranya di TPS 015, meski tengah di masa pandemi Covid-19.

Sejak pukul 08.30 WIB, satu per satu warga datang ke TPS dengan mengenakan masker. 

Namun, ada langkah,-langkah yang mesti dilakukan oleh pemilih.

Pertama, pemilih diarahkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun,dimana tempatnya telah disediakan di depan pintu masuk TPS. 

Kemudian, warga diberikan sarung tangan plastik lalu mengambil surat suara. Saat mengambil surat suara, KTP pun diberikan sebagai bukti pemilih berdomisili di area TPS. 

Setelah itu baru pemilih diarahkan ke bilik suara dan melakukan pencoblosan.

Seusai mencoblos, pemilih tidak lagi mencelupkan jarinya ke tinta biru sebagai bukti, petugas yang berjaga justru melepas sarung tangan pemilih, lalu menyentuhkan tinta biru ke jari pemilih lewat pipet botol.

"Terkesan ruwet ya. Beda dengan pilkada di tahun-tahun lalu. Paling susah memakai sarung tangan. Tapi tidak masalah, yang penting aman. Sesuai dengan protokol kesehatan," ucap Marhadi Rahman.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved