Natal dan Tahun Baru

DKI Larang Usaha Pariwisata Gelar Perayaan Tahun Baru 2021, Dikhawatirkan Picu Kerumunan

Pemprov DKI Jakarta melarang usaha pariwisata menggelar perayaan tahun baru 2021, karena dikhawatirkan memicu kerumunan.

Warta Kota/Luthfi Khairul Fikri
Pemprov DKI Jakarta melarang usaha pariwisata menggelar perayaan tahun baru 2021, karena dikhawatirkan memicu kerumunan. Foto dok: Cuaca di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara diguyur hujan deras di malam pergantian tahun, Rabu (1/1/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) melarang tempat pariwisata untuk menggelar perayaan Tahun Baru 2021 pada 31 Desember 2020 mendatang.

Sebab, kegiatan tersebut dapat memicu kerumunan orang yang berpotensi terhadap penularan Covid-19.

Surat itu telah disampaikan Dinas Parekraf melalui Surat Edaran Nomor 400/SE/2020 tentang Tertib Operasional Usaha Pariwisata pada Pergantian Malam Tahun Baru 2020-2021 sesuai dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi di DKI Jakarta.

Video: Pohon Tumbang Timpa Bus Transjakarta di Ancol

Surat itu ditetapkan Pelaksana tugas (Plt) Kadis Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya pada 7 Desember 2020 lalu.

“Kegiatan operasional usaha pariwisata yang dinyatakan boleh beroperasi diminta untuk mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Gumilar berdasarkan surat tersebut yang dikutip pada Rabu (9/12/2020).

Baca juga: Puncak Mudik Natal dan Tahun Baru Terjadi Dalam Dua Fase

Baca juga: 73 Persen Masyarakat Memilih tidak Mudik Saat Libur Natal dan Tahun Baru, Menurut Survei Kemenhub

Gumilar mengatakan, pemerintah daerah tidak memperkenankan usaha pariwisata untuk melakukan perayaan malam tahun baru 2020-2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan pada di kegiatan masing-masing usaha.

Kemudian tim Satuan Tugas (Satgas Penanganan Covid-19 internal yang ada pada usaha hotel dan restoran, diminta melaksanakan tugas pengawasan serta menjamin tidak terjadinya kerumunan.

“Kemudian mendisiplinkan tamu atau pengunjung terhadap protokol kesehatan,” ujar Gumilar.

Selain itu, kata dia, usaha pariwisata diminta menaati ketentuan jam operasional sesuai ketentruan yang berlaku selama ini.

Baca juga: Ini Prediksi Puncak Mudik Liburan Natal 2020 dan Liburan Tahun Baru 2021 Versi Kemenhub

“Pemprov DKI Jakarta akan menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, aturan itu mengacu pada dua regulasi. Pertama Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 101 tahun 2020 tentang Perubahan atas Pergub Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Kedua, Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1193 tahun 2020 tentang Perpanjangan Pemberlakukan PSBB pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

“Keputusan peniadaan perayaan malam tahun baru juga hasil rapat koordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Baca juga: Resolusi Tahun Baru 2021, Ini Pengertian, Kendala, Hasil Studi dan Tips Agar Resolusi Tercapai

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved