Breaking News:

Berita Bekasi

Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Kabupaten Bekasi Bakal Perbanyak Kampung Tangguh Bencana

Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Kabupaten Bekasi Bakal Perbanyak Kampung Tangguh Bencana. Kini bari ada 14 Kampung tanggap bencana sejak dirintis 2017

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengendara sepeda motor saat melintasi banjir di Jalan KH Noer Ali, Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/2/2017). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi berencana memperbanyak membentuk desa/ kelurahan tangguh bencana.

Hal ini dilakukan untuk membantu BPBD Kabupaten Bekasi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengatakan pihaknya mulai melakukan pembentukan desa/kelurahan tangguh bencana sejak tahun 2017.

Hingga saat ini pihaknya ada 13 desa dan satu kelurahan tangguh bencana.

Baca juga: Waduh, Wacana Relokasi Warga dan Pembangunan Tandon di Pondok Gede Permai Gagal Terealisasi

"Tiap tahun sebetulnya kita selalu ada desa/ kelurahan tangguh yang dibentuk. Tapi karena keterbatasan anggaran jadi hanya bisa sedikit secara bertahap, target memang kita perbanyak," kata Hasan, di Cikarang, pada Selasa (8/12/2020).

13 desa itu yakni Desa Pantai Bakti, Harapan Jaya, Pantai Mekar, Pantai Bahagia, Pantai Sederhana, di Kecamatan Muara Gembong.

Lalu, Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan, Desa Telagasari Kecamatan Cabangbungin, Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara, Desa Sukadaya, Sukamekar, Sukawangi di Kecamatan Sukawangi, Desa Pasir Tanjung Cikarang Pusat, Desa Bojongmangu Kecamatan Bojongmangu.

Baca juga: Tanggap Covid-19, Kapolres Jaksel Tetapkan Asrama Brimob Pasar Minggu Sebagai Kampung Tangguh Jaya

Untuk kelurahan tangguh bencana ada satu yakni di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.

Hasan menerangkan pembentukan desa/ kelurahan tangguh bencana itu dilakukan di lokasi yang memang seringkali terjadi bencana seperti banjir maupun longsor.

Terdapat sejumlah unsur yang tergabung dalam tim desa/ kelurahan tangguh bencana, mulai dari pemerintah desa/ kelurahan, Tagana, PMI, Karang Taruna, RT RW maupun dari forum dan komunitas masyarakat.

Baca juga: Puncak Pilkada Karawang, Berikut Lokasi TPS Calon Bupati dan Wakil Bupati Bakal Gunakan Hak Pilihnya

"Makanya di situ kan nanti diinventarisir alat-alat seperti perahu maupun kelengkapan lainnya. Jadi sistem pinjam pakai yang digunakan selama terjadi bencana," imbuhnya.

Ia berharap dengan banyak dibentuknnya desa/ kelurahan tangguh bencana dapat membantu tugas BPBD dalam kebencanaan.

Mengingat Kabupaten Bekasi wilayahnya cukup luas.

"Diharapkan jadi perpanjangan tangan BPBD baik itu banjir, kekeringan, tanah longsor itu akan menjadi penggerak utama dalam penanggulangan itu. Kita akui keterbatasan jumlah personil dan wilayah cukup luas," paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved