Breaking News:

Omnibus Law

Nasib Ahmad Yani di Kasus Ujaran Kebencian UU Cipta Kerja Bakal Ditentukan di Gelar Perkara

Menurutnya, gelar perkara itu nantinya untuk memutuskan apakah ditemukan unsur pidana terkait keterlibatan Ahmad Yani atau tidak.

TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Ahmad Yani memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, untuk memberikan kesaksian dalam kasus ujaran kebencian dengan tersangka Anton Permana, Jumat (4/12/2020). 

"Saya lakukan, dan nanti karena saya dirawat dua minggu, saya harus menjalani swab dua kali," jelasnya.

Namun demikian, Ahmad Yani menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik terkait apakah akan menjalani pemeriksaan pada hari ini atau tidak.

"Karena ini panggilan kedua, nanti akan saya jelaskan saja, karena nanti tergantung penyidik apa mau melanjutkan pemeriksaan atau tidak," paparnya.

Baca juga: Data Red Notice Djoko Tjandra Masih Bisa Dilihat Meski Sudah Terhapus, tapi Tak Bisa Dipakai

Sebelumnya, Ketua Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani, tak menghadiri undangan untuk diperiksa Bareskrim Polri.

Ahmad Yani diundang untuk memberikan kesaksian terkait kasus ujaran kebencian dengan tersangka Anton Permana.

Berdasarkan pengamatan Tribunnews, Ahmad Yani mengutus belasan kuasa hukumnya ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Diteken Jokowi, UU 11/2020 tentang Cipta Kerja Berlaku Mulai 2 November 2020, Ada 186 Pasal

Kedatangan mereka untuk memberikan keterangan alasan tidak menghadiri pemeriksaan.

Syamsu Djalal, tim kuasa hukum Ahmad Yani mengatakan, surat pemanggilan pemeriksaan yang diberikan kepada kliennya dinilai tidak jelas.

Sebab, Polri tidak menyertakan rincian terkait status pemeriksaan Ahmad Yani di Bareskrim.

Baca juga: Covid-19 Masih Bisa Hidup Beberapa Jam Setelah Pasien Meninggal, Ini 9 Pedoman Pemulasaraan Jenazah

"Jadi saya mewakili dari tim pengacara Ahmad Yani yang dipanggil hari ini, karena beliau ini tidak mengerti ada apa."

"Karena itu opsinya tolong pak polisi yang terhormat diperbaiki panggilan itu."

"Dia sebagai saksi, saksi apa? Dijelaskan saksinya saksi apa? Kasus apa? Siapa tersangkanya?"

Baca juga: Tommy Sumardi Ajukan Diri Jadi JC, Klaim Tak Ada Kasus Djoko Tjandra Jika Ia Tak Bersuara

"Jadi nanti kita persiapkan dokumennya," kata Syamsu di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Dia menambahkan pihaknya akan menemui penyidik Polri untuk meminta penyidik memperbaiki surat pemanggilan pemeriksaan kliennya.

"Ini untuk memudahkan bapak penyidik memeriksanya."

Baca juga: Pasien Covid-19 Kabupaten Bogor Tambah 33 Orang per 2 November 2020, Bayi Umur 4 Bulan Sembuh

"Kalau sekarang untuk apa terkait pemeriksaanya."

"Makanya kami datang ke sini menyampaikan demikian, tolong bapak polisi yang terhormat untuk memperbaiki surat pemanggilannya."

"Dijelaskan dong saksi tentang apa, berapa tersangkanya, kasusnya apa," paparnya. (Igman Ibrahim)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved