Breaking News:

Omnibus Law

Nasib Ahmad Yani di Kasus Ujaran Kebencian UU Cipta Kerja Bakal Ditentukan di Gelar Perkara

Menurutnya, gelar perkara itu nantinya untuk memutuskan apakah ditemukan unsur pidana terkait keterlibatan Ahmad Yani atau tidak.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Ahmad Yani memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, untuk memberikan kesaksian dalam kasus ujaran kebencian dengan tersangka Anton Permana, Jumat (4/12/2020). 

Yani menyampaikan pertanyaan yang diajukan penyidik seputar hubungannya dengan Anton Permana.

Dia bilang tak terlalu mengenal Anton.

Baca juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Kini Gampang Lelah, Sesak Napas, dan Meriang Sejak Sembuh dari Covid-19

"Saya kenal Anton itu tidak intens seperti dengan Pak Jumhur Hidayat."

"Saya baru mengenal beliau baru pas deklarasi KAMI," terangnya.

Menurutnya, pemeriksaannya terkait sebuah unggahan di media sosial YouTube.

Baca juga: Sekum PP Muhammadiyah: Sekarang Banyak Ustaz Karbitan yang Ilmu Agamanya Dangkal

Dalam video itu hanya terdengar suara yang menyerukan mogok nasional sebagai bentuk penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Diduga kuat, imbuh Yani, suara itu milik tersangka Anton Permana yang juga deklarator KAMI.

"Cuma seolah-olah ada saya, karena di situ karena ada tanda tangan presidium KAMI diambil dari pernyataan resmi KAMI," terangnya.

Baca juga: Kepala BNN Tak Kunjung Dimutasi Meski Sudah Pensiun, IPW Berspekulasi Terkait Bursa Calon Kapolri

Sebelumnya, Ketua Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani memenuhi pemeriksaan penyidik Polri, untuk memberikan kesaksian dalam kasus ujaran kebencian dengan tersangka Anton Permana.

Ahmad Yani mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved