Breaking News:

Omnibus Law

Nasib Ahmad Yani di Kasus Ujaran Kebencian UU Cipta Kerja Bakal Ditentukan di Gelar Perkara

Menurutnya, gelar perkara itu nantinya untuk memutuskan apakah ditemukan unsur pidana terkait keterlibatan Ahmad Yani atau tidak.

TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Ahmad Yani memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, untuk memberikan kesaksian dalam kasus ujaran kebencian dengan tersangka Anton Permana, Jumat (4/12/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara dalam waktu dekat, untuk memutuskan status hukum Ahmad Yani, dalam kasus ujaran kebencian terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Sesuai konfirmasi ke Direktorat Tindak Pidana Siber Polri."

"Bahwasanya penyidik dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara," kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Baca juga: KPK Tangkap Pejabat Kemensos, Mahfud MD, Jangan Rikuh Perangi Korupsi Asalkan Benar dan Profesional

Menurutnya, gelar perkara itu nantinya untuk memutuskan apakah ditemukan unsur pidana terkait keterlibatan Ahmad Yani atau tidak.

Jika tidak memenuhi, maka Polri akan menutup kasus tersebut.

"Gelar perkara untuk memutuskan kasus ini bisa dinaikkan ke penyidikan atau tidak."

Baca juga: 2 Bulan Sejak Ditunjuk Pemprov DKI Jadi Tempat Isolasi, Wisma JIC Koja Belum Terima Pasien Covid-19

"Kita sama-sama tunggu dari hasil gelar perkara tersebut," ucapnya.

Bareskrim Polri sebelumnya memeriksa Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Rakyat (KAMI) Ahmad Yani.

Dia dicecar 24 pertanyaan oleh penyidik.

Baca juga: Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito: Makin ke Sini Kasus Covid-19 Naiknya Semakin Menggila

"Kurang lebih 24 pertanyaan lah," kata Ahmad Yani usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jumat (4/12/2020).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved