PSBB Jakarta

Disparekraf DKI: Pengelola 94 Gedung dan Hotel Telah Ajukan Izin Resepsi Pernikahan, 61 Disetujui

Disparekraf DKI: Pengelola 94 gedung dan hotel telah ajukan izin resepsi pernikahan, 61 di antaranya telah disetujui.

Instagram
Disparekraf DKI: Pengelola 94 gedung dan hotel telah ajukan izin resepsi pernikahan, 61 di antaranya telah disetujui. Foto yang beredar di media sosial instagram @jakarta.terkini menampilkan tenda resepsi di salah satu wilayah Petojo saat masa PSBB Transisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Disparekraf DKI: Pengelola 94 gedung dan hotel telah ajukan izin resepsi pernikahan, 61 di antaranya telah disetujui.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menyatakan, hingga saat ini sudah 94 pengelola gedung dan hotel yang mengajukan izin untuk bisa menggelar resepsi pernikahan.

"Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, yang mengajukan untuk resepsi pernikahan sudah 94 gedung pertemuan dan hotel," kata Kepala Bidang Industri Pariwisata DKI Jakarta Bambang Ismadi di Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Nggak Zaman Kondangan Bawa Amplop, Resepsi Pernikahan Pasangan ini Pakai Mesin EDC

Baca juga: Kini 36 Hotel dan Gedung Siap Gelar Resepsi Pernikahan Meski dengan 14 Aturan Protokol Kesehatan

Dari 94 gedung dan hotel di Jakarta tersebut, sebanyak 61 di antaranya telah disetujui untuk bisa menggelar resepsi pernikahan.

Sebanyak 33 gedung dan hotel lainnya masih dalam proses untuk verifikasi dokumen dan menunggu jadwal pemeriksaan arena (venue) lebih lanjut.

"61 gedung dan hotel sudah dikeluarkan SK Kadis Parekraf untuk izin operasi. Sementara 33 lainnya masih proses verifikasi dokumen dan menunggu jadwal presentasi serta survey lapangan," kata Bambang.

Disparekraf DKI mengharuskan para pengelola gedung dan hotel melakukan pengetatan protokol kesehatan yang harus dipatuhi untuk bisa menggelar resepsi pernikahan yakni:

Baca juga: Anies Baswedan Melunak, Izinkan Puluhan Pengelola Hotel dan Gedung Gelar Resepsi Pernikahan

- Kapasitas maksimal 25 persen;

- Jarak antarkursi min 1,5 meter;

- Tidak diperkenankan prasmanan;

- Alat makan minum wajib disterilisasi;

- Makan/minum hanya dilayani petugas;

- Bila ada musik tidak diperkenankan ada yang menyumbang lagu;

- Tamu hanya bisa bernamaste dan duduk di tempat yang sudah disediakan, tamu dilarang berjalan hilir mudik;

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved