Breaking News:

Virus Corona

Dokter Spesialis di RSUD Kabupaten Tangerang Berembuk Cari Solusi Atasi Ruang Isolasi yang Penuh

Akibat penyebaran virus corona yang kian parah, ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang penuh.

reuters/finance24.com
Ilustrasi pasien Covid-19 dalam perawatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Akibat penyebaran virus corona yang kian parah, ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang penuh.

Dari informasi yang didapatkan, rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Banten tersebut menyediakan 73 tempat tidur dan terisi penuh.

"Ada 73 tempat tidur, ruangan rawat isolasi Covid-19 di RSUD Kabupaten Tangerang sudah full," terang Kepala Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Mohamad Rifki, Senin (7/12/2020).

Petugas medis di RSUD Kabupaten Tangerang memakai APD.
Petugas medis di RSUD Kabupaten Tangerang memakai APD. (Wartakotalive/Andika Panduwinata)

Pasalnya, sejak pagi dokter spesialis pasien Covid-19 sudah melakukan evaluasi keadaan terbaru pasien. Menurut Rifki, kalau pasien yang sudah menunjukan gejala sembuh akan diperbolehkan pulang.

"Sekarang dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 sudah berkumpul. Mudah-mudahan setelah ada evaluasi, ada pasien lama diantara 73 pasien itu yang sudah diperbolehkan pulang," ungkapnya.

Sampai saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan lainnya. Termasuk Wisma Atlet, jikalau pasien tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Namun, bila membaik akan dirujuk ke Hotel Yasmin tempat penampungan pasien Covid-19 tanpa gejala alias OTG.

Ilustrasi Wisma Atlet.
Ilustrasi Wisma Atlet. (Komunikasi Kebencanaan BNPB/Dume Harjuti Sinaga)

"Sebab pasien yang datang bukan hanya dari Kabupaten Tangerang, tapi dari mana-mana. Kota Tangerang, Tangsel, sampai Jakarta juga ada, tapi kita tidak milih, begitu datang, kita tangani kedaruratannya," beber Rifki.

Sebagai informasi, Ruang IGD RSUD Kabupaten Tangerang ditutup sementara lantaran pasien suspek Covid-19 membludak.

Rumah sakit hanya mau menerima pasien baru yang membawa hasil tes PCR negatif, untuk ditangani di ruang IGD non-Covid.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, 82,5 persen tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 di wilayahnya sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi membantah bahwa pihak petugas Puskesmas Kunciran lalai dalam pemberian obat ke pasien, yakni obat kedaluwarsa. Menurut Liza meski kedaluwarsa November 2020 masih ada waktu tiga bulan untuk pemakaiannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi membantah bahwa pihak petugas Puskesmas Kunciran lalai dalam pemberian obat ke pasien, yakni obat kedaluwarsa. Menurut Liza meski kedaluwarsa November 2020 masih ada waktu tiga bulan untuk pemakaiannya. (Istimewa)

"Jadi, itu kapasitas kita 82,5 persen, 42 persennya itu bukan orang Kota Tangerang, ya kan engga boleh diusir, harus dilayani karena Kota Tangerang rumah sakitnya paling banyak," kata Liza.

Ia melanjutkan, pemerintah Kota Tangerang dalam waktu dekat akan menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

Kendati demikian, Liza tidak bisa menjabarkan lebih detail soal dimana dan kamar yang akan ditambah dalam waktu dekat.

"Kemungkinan, tapi yang pasti akan ditambah ruang isolasi karena ruang kapasitas sudah penuh memang. Saya juga informasikan ke pak wali kalau penuh ruang isolasinya," ucap Liza.

Editor: Valentino Verry
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved