Pilkada Depok

Survei Terbaru LSVN, Pradi-Afifah Unggul 45 Persen di Pilkada Depok

Survei terbaru LSVN nyatakan Pradi-Afifah unggul 45 persen di Pilkada Depok. LSVN merupakan lembaga survei ketiga yang mengunggulkan Pradi-Afifah.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Calon Wali Kota Depok dan Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dan Afifah Aliah unggul dari hasil survei tiga lembaga survei 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Tiga lembagai survei menyatakan Pradi Supriatna-Afifah Alia unggul di Pilkada Depok 2020. Survei terbaru disampaikan Lembaga Studi Visi Nusantara (LSVN).

Ketua LSVN, Ramdan Nugraha, mengatakan, hasil survei tingkat keterpilihan  Pradi-Afifah unggul 45 persen. Sedangkan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono yang hanya 35 persen.

“Tercatat sebanyak 20 responden belum menentukan pilihan di Pilkada Depok,” kata Ramdan, kemarin.

Menurut Ramdan, lembaga surveinya menggunakan metodologi populasi warga Depok yang sudah memiliki hak pilih.

Metode random sampling, jumlah responden sebanyak 800 orang (margin of error -/= 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen).

Baca juga: Warga Depok Tak Perlu Takut Datang ke TPS 9 Desember, Dijamin Aman dari Covid-19, Ini Aturannya

Ramdan menambahkan bahwa LSVN mewawancarai tatap muka langsung dengan responden terpilih pada tanggal 1 hingga 4 Desember 2020, dengan melibatkan surveyor (minimal mahasiswa) yang sudah mendapatkan pelatihan survei.

“Dari 10 pertanyaan, salah satunya mengenai penilaian responden terhadap kampanye pasangan calon terkait kepatuhan protokol Covid-19,” tuturnya.

Sebelumnya, Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) merilis survei elektabilitas terbaru di Pilkada Depok. Pradi-Afifah naik tajam mencapai 60 persen.

Sedangkan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono hanya mendapatkan 31 persen.

Sedangkan 9 persen responden belum menentukan pilihannya di Pilkada Depok 2020.

Baca juga: Ini Pesan Sang Ibu yang Selalu Diingat Hingga Kini oleh Pradi Supriatna, Cucu Ulama Perubahan Depok

Survei tersebut dilakukan pada 29 November - 2 Desember 2020.

“Selama Pilkada 2020, DEEP telah melakukan survei sebanyak tiga kali. Untuk yang terakhir mengangkat Metedologi Kampanye dan Kepatuhan Protokol Covid-19,” tutur Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah.

Fajri menjelaskan, survei tersebut menggunakan metodelogi sampling dengan jumlah 800 responden, melalui wawancara dan tatap muka, dengan margin of errornya sebesar 3,5 persen.

Kemudian, hasil keterpilihan tersebut bisa berdasarkan banyak faktor.

Menurut Fajri, melihat dari survei yang dilakukan tekait tema, metodologi  Pradi-Afifah melakukan kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 25 persen.

Lalu, kampanye blusukan sebanyak 32 persen. Sedangkan kampanye secara daring atau online sebanyak 21 persen.

Pasangan Idris-Imam melakukan kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 24 persen, blusukan sebanyak 17 persen, dan daring atau online 23 persen.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved