Breaking News:

Bansos Covid19

Detik-detik Penangkapan Mensos Juliari, KPK Amankan Uang Rp14,5 Miiar dalam Koper, Ransel, Amplop 

Dalam penangkapan Mensos Juliari P Batubara KPK berhasil mengamankan uang sebesar Rp 14,5 miliar yang disimpan dalam koper, tas ransel, dan amplop.

dok. Humas Kemensos
Menteri Sosial Juliari P. Batubara. 

"Selanjutnya tim KPK langsung mengamankan MJS, SN dan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Jakarta, untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp 14,5 miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut," papar Firli.

Dia mengungkapkan, dari hasil tangkap tangan ini ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing.

Masing-masing sejumlah sekitar Rp 11, 9 miliar, sekitar 171,085 dollar Ameria Serikat (setara Rp 2,420 miliar) dan sekitar 23.000 dollar Singapura (setara Rp243 juta).

Diberitakan, KPK telah menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa terkait bansos penanganan Covid-19.

Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut atas operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Sabtu dinihari.

“KPK menetapkan lima orang tersangka. Sebagai penerima JPB, MJS dan AW. Kemudian sebagai pemberi AIM dan HS,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers, Minggu dini hari.

MJS dan AW diketahui merupakan pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial. Sementara AIM dan HS merupakan pihak swasta.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan enam orang, yaitu MJS, direktur PT TPAU berinisial WG, AIM, HS, seorang sekretaris di Kemensos berinisial SN dan seorang pihak swasta berinisial SJY.

Dalam kasus ini, Juliari disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan MJS dan AW disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun dua pihak swasta, yaitu AIM dan HS disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saat ini, MJS telah ditahan di rutan KPK cabang Gedung Merah Putih. Sedangkan AIM ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam.

Sementara itu HS ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Profil Juliari

Profil Juliari Batubara, Menteri Sosial, yang dibekuk KPK adalah seorang pengusaha sukses sebelum diangkat menjadi Menteri Sosial.

Juliari Batubara juga anggota DPR dari PDI Perjuangan sebelum ditetapkan sebagai anggota kabinet pemeritntahan Presiden Joko Widodo.

Artinya, pemilik nama lengkap Juliari Peter Batubara adalah pengusaha yang juga politisi atau politisi pengusaha.

Seperti diketahui, Menteri Sosial Juliari Batubara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial atau Bansos Covid-19.

Juliari Batubara tiba di Gedung KPK pada Minggu (6/12/2020) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.

Saat tiba, ia terlihat mengenakan jaket dan top hitam, celana cokelat, dan masker saat masuk ke dalam Gedung Merah Putih KPK. 

Politikus PDI Perjuangan atau PDIP itu terlihat didampingi oleh sejumlah petugas KPK. Selanjutnya, Juliari akan menjalani pemeriksaan di lantai dua gedung KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya mengatakan Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 bersama empat orang lainnya. 

Profil Juliari Batubara: Orang Pertama Dipanggil Jokowi

Sepertidiberitakan sebelumnya, politisi PDI Perjuangan Juliari Peter Batubara  adalah calon menteri pertama dari Partai PDIP Perjuangan yang dipanggil Jokowi ke istana.

Sejak awal Juliari memang disebut-sebut sebagai calon menteri yang diajukan PDIP.

Ia merupakan wajah baru di Kabinet Jokowi, sedang calon menteri PDIP lainnya disebut-sebut masih wajah lama seperti Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo.

PROFIL Syahrul Yasin Limpo, Calon Menteri Jokowi dari Partai Nasdem, Bocoran Disampaikan Adiknya

PROFIL Sri Mulyani Indrawati: Tetap Menteri Keuangan Atau Menko Perekonomian?

Ini Kepastian 10 Menteri yang Akan Mengisi Kabinet Jokowi-Maruf, Hari Ini Pemanggilan Berlanjut

Juliari Batubara adalah Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Jateng I.

Juliari baru saja kembali terpilih menjadi Wakil Bendahara Umum Bidang Program dalam Kongres ke-V PDI Perjuangan yang berlangsung di Sanur, Bali (8/8/2019).

Juliari yang berada di Komisi VI – Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional ini, terkenal sangat kritis terhadap hal-hal yang melanggar konstitusi dan hak rakyat.

Seperti ditulis dalam web pribadinya, Jpbatubara.com 

VIDEO: Bertemu Presiden Jokowi, Prabowo Mengaku Diminta Bantu di Bidang Pertahanan

Sikap politik dan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat melalui parlemen sudah teruji.

Dan inilah yang menjadi pertimbangan mengapa Megawati Soekarno Putri masih memberi kepercayaan kepada Juliari untuk tetap hadir sebagai penyeimbang dalam struktur kepengurusan baru di internal PDI Perjuangan.

Setelah lulus dari SMA pada tahun 1991, Juliari atau sering dipanggil Ari, lantas memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Ruben Onsu Menangis Saat Raffi Ahmad Pamitan: Doakan Selalu Aku Sehat Ya

Ia mengenyam bangku kuliah di Riverside City College dan kembali melanjutkannya di Chapman University, California.

Setelah lulus tahun 1997, Ari langsung kembali ke tanah air dan mulai masuk ke perusahaan sang ayah pada tahun 1998.

Setelah menamatkan pendidikan di Amerika, tahun 1998, Ari memang langsung ikut dalam perusahaan yang didirikan sang ayah.

VIDEO: Hari Pertama Sebagai Wapres, Maruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Penobatan Kaisar Baru

“Tapi saya mulai dari jenjang bawahlah,” aku Ari.

Sebagai anak tertua, ayahnya memang sengaja mempersiapkan Ari untuk meneruskan bisnis keluarga. Keinginan tersebut disambut baik oleh Ari sendiri.

“Awalnya saya diajak untuk membesarkan perusahaan keluarga,” ungkap Ketua RW di lingkungan rumahnya ini.

Saat pertama kali masuk, ia mengaku hanya digaji sekitar Rp 1 juta.

Kendati demikian, Ari banyak belajar tentang penerapan manajemen perusahaan di kehidupan nyata setelah puas menimba ilmu di bangku kuliah.

Hotman Paris Melotot Saat Disorot Kamera di Singapura

Barulah sejak tahun 2003, Ari dipercaya sang ayah untuk memimpin perusahaan yang memproduksi pelumas ini.

Sebagai perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas, Ari memang banyak menorehkan prestasi tersendiri dari segi bisnis dan perusahaan.

Awal ketika masih dipegang oleh sang ayah, perusahaan tidaklah terlalu ketat dalam pelaksanaan manajemen di dalam tubuh perusahaan.

Pemuda Batak kelahiran Jakarta, 22 Juli 1972 ini memulai kiprah politiknya bersama PDI Perjuangan saat ia menjadi anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan tahun 2003 dan 2008.

Kelompok Penggagal Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Sempat Berniat Lepas 8 Monyet di DPR dan Istana

Kemudian pada 2010, Juliari akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan. Sebelum berpolitik, Juliari juga menduduki jabatan penting di beberapa perusahaan.

Pada 2003, Juliari terpantau sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Wiraswasta Gemilang Indonesia dan Direktur Utama PT Arlinto Perkasa Buana.

Juliari juga mencicipi kedudukan sebagai Direktur PT Bwana Energy pada 2004 dan Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri pada 2005. Juliari tampak menekuni karir di bidang bisnis seperti itu.

5 Laga Sengit di Hari Ke-4 DBL DKI Jakarta Championship 2019, Kolese Kanisius dan Buksi Unjuk Gigi

Tak heran, Juliari sebelumnya sempat menempuh pendidikan Business Administration with minor in Finance di Chapman University.

Selain di dunia bisnis, Ari juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) tahun 2003 – 2011, dan Ketua IV Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia), tahun 2002 – 2004.

Pengalaman Ari dalam menjalankan bisnis dan keaktifannya di dunia organisasi, membentuknya menjadi pakar dan sosok penting di Komisi VI DPR RI (Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, Standarisasi Nasional).

Hari Santri Nasional, Said Aqil: Islam Tidak Boleh Dibela Dengan Pekik Takbir di Jalan-jalan

JULIARI P. BATUBARA
No. Anggota: 177

Fraksi: Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Daerah Pemilihan: JAWA TENGAH I

Riwayat Pendidikan

SD St.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1979 - 1985

SMP ST.Franciscus ASISI Tebet Jakarta. Tahun: 1985 - 1988

SMAN 8 Tebet Jakarta. Tahun: 1988 - 1991

Riverside City College USA. Tahun: 1991 - 1995

Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA. Tahun: 1995 - 1997

Riwayat Pekerjaan

PT.Tridaya Mandiri, Sebagai: Komisaris Utama. Tahun: 2005 - -

PT.Bwana Energy, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2004 - -

PT.Arlinto Perkasa Buana, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 -

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Direktur Utama. Tahun: 2003 - 2012

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Commercial Division. Tahun: 2002 - 2003

PT.Wiraswasta Gemilang Indonesia, Sebagai: Marketing Supervisor & Business Devollopment Nanager. Tahun: 1008 - 2002

Riwayat Organisasi

PDI Perjuangan, Sebagai: Wakil Bendahara. Tahun: 2010 - skrg

Komite Tetap Akses Imformasi Peluang Bisnis-Bidang UMKM KADIN Indonesia, Sebagai: Wakil Ketua. Tahun: 2009 - 2010

Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI), Sebagai: Amggota Dewan Penasehat. Tahun: 2008 - 2014

Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Anggota. Tahun: 2008 -

Asosiasi Produsen Pelumas Indonesia (ASPELINDO), Sebagai: Ketua Harian. Tahun: 2007 - 2014

Biro Promosi & Pemasaran KONI Pusat, Sebagai: Ketua. Tahun: 2007 - 2011

Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Sebagai: Amggota . Tahun: 2003 -

Yayasan Pendidikan Menengah 17 Agustus 1945, Sebagai: Ketua. Tahun: 2003 - 2014

Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI), Sebagai: Ketua Umum. Tahun: 2003 - 2011

Pemberdayaan Usaha dan Masyarakat PB PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indpnesia), Sebagai: Ketua IV. Tahun: 2002 - 2004

OSIS SMAN 8 Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1989 - 1990
OSIS SMP ASISI Tebet, Sebagai: Pengurus. Tahun: 1986 - 1987

Sumber: Dpr.go.id

(Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Detik-detik Penangkapan Mensos Juliari Batubara, 35 Menit Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Tiba di KPK

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved