Virus Corona

Juru Bicara Satgas Wiku Adisasmito: Makin ke Sini Kasus Covid-19 Naiknya Semakin Menggila

Menurut Wiku, ada dua faktor yang menyebabkan kasus Covid-19 pada hari itu melampaui rekor baru di Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Kamis (19/11/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan soal lonjakan pasien baru Covid-19 yang mencapai 8.369 orang pada 3 Desember 2020.

Menurut Wiku, ada dua faktor yang menyebabkan kasus Covid-19 pada hari itu melampaui rekor baru di Indonesia.

Pertama, masih terjadinya tingkat penularan Covid-19 di masyarakat.

Baca juga: Sulitnya Memburu Teroris MIT, Ali Kalora Cs Kuasai Rimba Sigi Bertahun-tahun, Aparat Tak Terbiasa

Hal tersebut terkait masa libur panjang yang terjadi pada akhir Oktober lalu.

Di mana, akan terjadi kenaikan kasus pada 10-14 hari kemudian, dan bisa bertahan 2 minggu selanjutnya.

Hal itu disampaikan Wiku saat dialog bertajuk Pandemi Belum Berakhir: Patuhi Protokol Kesehatan! yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor Tambah 41 Orang per 4 Desember 2020, 3 Kecamatan Masuk Zona Hijau

"Semua itu menimbulkan kenaikan kasus pada 10 sampai 14 hari kemudian, bisa bertahan 2 minggu selanjutnya."

"Dan naiknya antara 50 sampai lebih dari 100 persen, itu selalu polanya seperti itu."

"Dan semakin ke sini semakin naiknya menggila, 6.000-8.000, penyebabnya, satu, pasti tingkat penularannya tetap masih tinggi ya," ulas Wiku.

Baca juga: Tim Pemburu Covid-19 Kabupaten Bekasi Bakal Keliling Buru Pelanggar Protokol Kesehatan

Penyebab kedua, terkait sinkronisasi data antara daerah dan pusat.

Di mana, beberapa daerah kesulitan memasukkan datanya sehingga terakumulasi.

Salah satu contohnya adalah Papua yang sejak 19 November sampai 3 Desember, baru memasukkan datanya dengan akumulasi lebih dari 1.700 kasus.

Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Ciduk Pejabat Kementerian Sosial Terkait Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

"Kalau mau dibagi, mungkin bisa dibagi dengan jumlah harinya," ucap Wiku.

Sebelumnya, pasien Covid-19 di Indonesia melonjak 8.369 orang, per Kamis (3/12/2020) kemarin.

Jumlah ini menjadi rekor tertinggi sejak Covid-19 masuk Indonesia pada 2 Maret 2020.

Baca juga: Bertahan Hidup di Hutan dan Gunung, Kelompok Teroris Ali Kalora Cs Kerap Rampas Makanan Warga

Penambahan tertinggi harian kemarin berasal dari Papua, sebanyak 1.755 kasus, dan menambah jumlah kumulatifnya menjadi 11.879 kasus.

Juga, Jawa Barat yang menambah 1.648 kasus dan kumulatifnya menjadi 55.807 kasus.

Terkait tingginya penambahan kasus pada dua provinsi tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan, hal ini terkait upaya pemerintah meningkatkan interoperabilitas data Covid-19.

Baca juga: Bubarkan 10 Lembaga Non Struktural, Negara Hemat Anggaran Rp 200 Miliar Lebih, yang Lain Menyusul

Sistem yang selama ini digunakan untuk data Covid-19 di Kementerian Kesehatan, tengah dioptimalisasi untuk mensinkronkan data pusat-daerah.

"Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada hari ini terdapat penambahan kasus yang sangat signifikan, yaitu sebesar 8.369 kasus."

"Angka yang sangat tinggi ini salah satunya disebabkan karena sistem yang belum optimal," ujar Wiku saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: Rizieq Shihab Minta Maaf, Penyidikan Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan Tetap Berjalan

Sebagai contoh, perbedaan data terdapat di beberapa provinsi, seperti di Papua.

Papua kemarin melaporkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.755 kasus.

Yang mana jumlah itu merupakan akumulasi penambahan kasus positif sejak 19 November hingga 3 Desember 2020.

Baca juga: 43 Warga Kabupaten Bogor Jadi Pasien Baru Covid-19, Ada Bayi Umur 6 Bulan, 27 Orang di Cibinong

"Kepada pemerintah daerah yang masih memiliki perbedaan data, kami imbau untuk melakukan konsolidasi data secara langsung dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesegera mungkin," imbuh Wiku.

Wiku juga menyampaikan perkembangan data perkembangan penanganan Covid-19 secara nasional per 3 Desember.

Jumlah kasus aktif berada di angka 77.696 kasus atau 13,9%.

Baca juga: PROFIL Singkat Calon Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma, Jabat Kadis Dukcapil Lewat Lelang Jabatan

Angka ini masih lebih rendah dari rata-rata dunia sebesar 28,36%.

Sedangkan penambahan kasus positif sebanyak 8.369 kasus.

Jumlah kasus sembuh sebanyak 462.553, atau 82,9%% dibandingkan rata-rata dunia 69,32%.

Baca juga: Anak Buahnya Ditangkap KPK, Menteri Sosial Juliari Batubara: Kami Masih Monitor

Untuk jumlah pasien meninggal 17.355 kasus, atau 3,11% dibandingkan rata-rata dunia 2,31%.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 4 Desember 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 141.270 (25.4%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 63.901 (11.5%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 59.228 (10.4%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 56.799 (9.7%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 21.237 (3.8%)

RIAU

Jumlah Kasus: 20.799 (3.7%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 20.673 (3.7%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 20.596 (3.6%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 15.924 (2.9%)

BALI

Jumlah Kasus: 14.542 (2.6%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 13.597 (2.4%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 13.439 (2.4%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 12.001 (1.9%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 9.746 (1.8%)

ACEH

Jumlah Kasus: 8.369 (1.5%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 7.215 (1.3%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 6.803 (1.2%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 6.565 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 6.361 (1.1%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 5.655 (1.0%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 5.397 (1.0%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 4.764 (0.9%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 4.626 (0.9%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 4.128 (0.7%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 3.172 (0.6%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 2.519 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 2.461 (0.4%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 2.223 (0.4%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 2.030 (0.3%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 2.003 (0.3%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 1.654 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 1.496 (0.3%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 1.326 (0.2%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 1.161 (0.2%). (Fransiskus Adhiyuda)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved