Breaking News:

Berita Jakarta

Terbukti Langgar Keimigrasian, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Deportasi Puluhan WNA Sepanjang 2020

Terbukti Langgar Keimigrasian, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Deportasi Puluhan WNA. Tiga orang di antaranya melakukan tindakan hukum projustitia

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Selatan, M Tito Andrianto 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terbukti melanggar peraturan keimgrasian, Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Selatan mendeportasi sebanyak 49 orang warga negara asing (WNA) sepanjang tahun 2020.

"Selama tahun 2020 ini, ada 49 WNA yang dilakukan deportasi, sejak bulan Januari hingga November kemarin," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Selatan, M Tito Andrianto pada Jumat (4/12/2020).

Dipaparkannya, langkah deportasi terhadap para WNA itu didasarkan sejumlah pelanggaran administratif keimigrasian.

Bahkan, terdapat juga sebanyak tiga WNA yang dilakukan tindakan hukum projustitia, karena melakukan pelanggaran pidana keimigrasian.

Dia menerangkan, pelanggaran terbanyak terjadi sebelum pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, selama Covid-19 ini, sedikit WNA yang masuk Indonesia, khususnya di Jakarta Selatan.

Baca juga: Setahun Tidak Ada Perkembangan, Polisi Berkilah Orangtua Korban Pencabulan Sulit Dimintai Keterangan

Hal itu bisa diketahui dari jumlah penerbitan dokumen keimigrasian bagi WNA yang menurun selama pandemi ini.

"Selama pandemi, jumlah penerbitan dokumen keimigrasian bagi WNA memang menurun dibandingkan sebelum pandemi," tuturnya.

Baca juga: Detik-detik Keluarga Kru PO Bus Luragung Diintimidasi Sekelompok Pria yang Mengaku Anggota Polisi

Misalnya saja, di tahun 2020 pada bulan April, Mei, dan Juni tercatat penerbitan dokumen keimigrasian ada di angka 500 atau kurang dari 500.

Antara lain, penerbitan Izin Tinggal Kunjungan (ITK), Izin Tinggal Terbatas (ITAS) hingga Izin Tinggal Tetap (ITAP). Lalu, pada bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober jumlah penerbitan dokumen keimigrasian sudah mulai cukup banyak, yakni diangka 2.500 atau kurang.

Baca juga: Aksi Premanisme di Kebayoran Lama Kian Meresahkan, Sekali Parkir Digetok Puluhan Ribu Rupiah

Jumlah tersebut disampaikannya lebih sedikit dibandingkan masa sebelum pandemi, khususnya di Tahun 2019 lalu.

"Misalnya saja di bulan April, Mei, dan Juni tahun 2019 penerbitan dokumen keimigrasian mencapai angka 3.000 lebih. Lalu di bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober jumlahnya 3.000 lebih atau lebih dari 1.000," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved