Kelestarian Alam

Terbaru! Aktivitas Macan Tutul Jawa Terekam Camera Trap di Gunung Ciremai

Terbaru! Aktivitas Macan Tutul Jawa Terekam di Gunung Ciremai. Simak selengkapnya dalam berita ini.

PEH & Polhut-BTNGC
Macan tutul jawa terekam kamera di Gunung ciremai. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Aktivitas seekor macan tutul jawa terekam detil di camera trap Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). 

Macan tutul jawa itu tampak sudah dewasa dan bertubuh gagah. 

Ditulis instagram @gunung_ciremai, Baru-baru ini petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyalin data 'camera trap' yang dipasang beberapa bulan lalu.

"Kami pasang tujuh 'camera trap' sejak April hingga November. Empat 'camera trap' sudah kami salin datanya," buka PEH Idin Abidin kepada @gunung_ciremai, kemarin (4/11/2020).

Baca juga: Jazz Gunung Bromo Virtual dan Jazz Gunung Ijen Live on Location Digelar Bersamaan 12 Desember 2020

Idin menjelaskan, empat kamera berhasil mengabadikan 2000 video yang berisi aktivitas satwa liar gunung Ciremai terutama Slamet Ramadhan, Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas).

"Hasil analisa data menyimpulkan Slamet Ramadhan tampak sehat. Ia gemuk. Berarti banyak pakan di sana. Ia pun terekam menandai wilayah jelajah dengan 'urin', 'feses', dan cakaran," jelasnya.

Masih menurut Idin, Sang Macan menempati habitat hutan hujan tropis di suatu titik antah berantah gunung Ciremai. Ya, punggungan bukit yang tak jauh dari sumber air memang menjadi tempat favorit baginya.

"Tipe habitat yang ia tempati sekarang sama dengan habitat ia berasal. Jadi, ia betah," ujarnya.

Sementara Polhut Asep Badak mengatakan 'camera trap' akan terus dipasang sepanjang tahun selama dua musim.

"Setelah data disalin, kami ganti baterai dan dipasang lagi," katanya.

Pecinta lingkungan dari Peduli Karnivor Jawa, Didik Raharyono yang kebetulan sedang main di kantor Balai TNGC turut menyumbangkan argumennya.

Baca juga: Menteri Desa Tekankan Pembangunan Desa Harus Bertumpu ke Akar Budaya


"Dari data series yang tadi saya lihat, saya simpulkan Sang Macan telah mengisi relung kosong hutan yang tak ada 'predator' sejenis dengannya," katanya.

Didik mengemukakan, berdasarkan data dan pengalaman 20 tahun bergelut dengan dunia kucing besar, ia menyatakan saat ini terdapat lima ekor Macan di gunung Ciremai.

"Jelajah Macan antara 400 sampai 600 hektar per individu. Nah, gunung Ciremai seluas lima belas ribu hektar itu paling tidak ada lima ekor macan," pungkasnya.

#sobatCiremai, lantas bagaimana dengan kalung pelacak yang masih melingkar di lehernya?. Tenang, kalung itu akan dilepas. Kapan?. Pantengin aja medsos kami ya. So, mari lestarikan Macan Tutul Jawa!.


  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved