Breaking News:

Info Kemenkominfo

Kolaborasi Sukseskan Proses Pemberian Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Ketua KPCPEN Erick Thohir

Selain penerapan protokol kesehatan dengan 3M, vaksinasi menjadi harapan agar bisa segera mengakhiri pandemi.

shutterstock
ILUSTRASI Perawatan pasien positif virus corona 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jumlah konfirmasi kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga 30 November 2020  mencapai 538.883 kasus dengan tingkat kesembuhan 83,6 persen lebih baik dari rata-rata dunia pada angka 69-70 persen.

Namun, tingkat kematiannya masih cukup tinggi 3,1 persen sedangkan rata-rata dunia 2,3 persen.

Selain penerapan protokol kesehatan dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun), vaksinasi menjadi harapan agar bisa segera mengakhiri pandemi.

Baca juga: Hati-hati, Jangan Salah Mencerna tentang Vaksin Covid-19, Prof dr Cissy: Tak Masuk Akal, Tinggalkan

Baca juga: Melalui Layanan AJIB, Relaksasi Izin bagi Pelaku UMKM Hanya Beberapa Jam Saja, Begini Prosesnya

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur vaksin Covid-19 dengan matang.

Bahkan, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pada Maret lalu, pemerintah selalu hadir dalam penanganan Covid-19 dengan program yang konsisten dijalankan, yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh.

"Kita ketahui, Covid-19 ini masuk kategori flu. Sehingga, vaksin ini akan berulang setiap tahunnya. Jadi, suka tidak suka protokol Covid-19 harus tetap berjalan walaupun vaksin sudah jadi quick win," ujar Erick dalam acara webinar dengan tema 'Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19' yang diselenggarakan KPCPEN, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Dana Hibah Pariwisata Siap Bantu Pelaku Usaha Wisata dan Ekonomi Kreatif Bangkit di Tengah Pandemi

2 Macam vaksin

Sesuai Peraturan Presiden No 99 tahun 2020, kata Erick, pihaknya mendapatkan tugas dari pemerintah untuk melakukan vaksin mandiri sesuai dengan tupoksi yang diberikan Kementerian Kesehatan kepada Kementerian BUMN. 

"Ada dua macam vaksin yang dilakukan pemerintah, yakni vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri. Tentu, untuk detailnya, vaksin bantuan pemerintah ini domain Kementerian Kesehatan. Sedangkan vaksin mandiri ditugaskan ke Kementerian BUMN," ucapnya.

Dari database yang disiapkan, ungkapnya, Indonesia harus menyuntik 75 juta vaksin pada tahap awal. Sedangkan pihaknya saat ini baru bisa menyiapkan 15 juta vaksin per bulan, sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar vaksinasi ini bisa secepatnya tuntas.

"Kuncinya gotong royong, tidak bisa diserahkan semua kepada Kementerian BUMN. Sama juga dalam hal produksi," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved