Breaking News:

Jirex's Football Academy Indonesia, Ajang Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Jirex's Football Academy Indonesia hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota
Jirex's Football Academy Indonesia, tim binaan Kementerian Perdagangan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kabar bahagia hadir bagi anak-anak daerah, khususnya kelahiran tahun 2006, 2007 dan tahun 2008 yang berprestasi di sepak bola.

Jirex's Football Academy Indonesia hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola, guna mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional.

Tim ini adalah binaan Kementerian Perdagangan yang ingin membina talenta pesepak bola muda di daerah-daerah sambil memberikan sumbangsih untuk Indonesia di bidang sepak bola.

Baca juga: Suka Duka Jadi Pemilik Sekolah Sepak Bola, Masalah Dana Jadi Momok Utama

Dibentuk pada 6 Januari 2019, Jirex's Football Academy Indonesia mengakomodir anak-anak daerah yang potensial, yang kurang terakomodir untuk bersaing di nasional.

"Anak-anak SSB terbaik di daerah kami rekrut berdasarkan komunikasi dengan pelatih-pelatih SSB disana, dan akan mengikuti trial sebelum masuk ke sini, ujar Yendra Gandi selaku ketua Jirex's Football Academy Indonesia kepada Warta Kota, Jumat (4/12/2020).

Jika lolos seleksi maka anak tersebut akan ditanggung penuh oleh Jirex's dalam hal pembinaan sepak bola, termasuk tempat tinggal pemain.

Baca juga: VIDEO Cerita Sekolah Sepak Bola Larangan, Dulu Bernama Tunas Cilik

Tak hanya itu, pendidikan anak-anak pun tetap diperhatikan, sehingga tak akan ada pendidikan anak yang tertinggal.

Saat ini, ada dua program yang berjalan di Jirex's Football Academy Indonesia yaitu reguler dan non-reguler.

Pada program reguler, diisi oleh anak-anak berprestasi dari daerah dan tinggal bersama di mes pemain yang bertempat di Taman Asri, sedangkan non reguler berisi anak-anak menuju prestasi dan tidak tinggal di mes, melainkan pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Buntut Ketahuan Dugem, Bhayangkara Solo FC Pecat Serdy Ephy Fano

"Untuk anak-anak di program reguler akan kami salurkan mengikuti tes PPLP (pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar) serta tes di tim Elit Pro. Kami sudah menjajaki PPLP Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, bahkan Ragunan. Jika ada tes, maka mereka akan infokan kepada kami, dan anak-anak akan kami kirim kesana dan semua biaya kami tanggung," tambah Yendra.

Saat ini, dalam tim reguler berisikan 18 pemain yang berasal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved