Destinasi

Yuk, Mengenal Relief Bandara Kemayoran, Bukti Komitmen Merawat Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia

Yuk, mengenal Relief Bandara Kemayoran jadi bukti komitmen merawat jejak sejarah penerbangan Indonesia

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
dok.PPK Kemayoran
Yuk, Mengenal Relief Bandara Kemayoran, Bukti Komitmen Merawat Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia. Tampak salah satu relief mahakarya di ruang tunggu terminal VIP eks Bandara Kemayoran yang secara khusus digunakan untuk menyambut tamu kenegaraan kala itu. 

"Diciptakan secara khusus pada ranah publik, tiga relief tersebut secara langsung menjadi karya seni ruang publik yang pernah dimiliki Indonesia," kata Emil.

"Pada masa itulah, relief bandara dibuat atas permintaan Presiden Soekarno untuk memperlihatkan kekayaan dan karakteristik Indonesia kepada dunia," ujarnya.

Tiga karya relief yang dibuat oleh para seniman Indonesia tersebut berhasil menjadi mahakarya.

Baca juga: Dibangun Sejak 1934, Gedung Bekas Bandara Kemayoran Kini Pengap, Berdebu, dan Sampah Berceceran

Mereka pembuatnya adalah Sindoesoedarsono Soedjojono, Harijadi Sumodidjojo, dan Surono serta para murid-muridnya yang tergabung dalam Seniman Indonesia Muda. 

"Relief ini dibangun pada tahun 1957.

"Dengan menggunakan teknik pahatan dalam, tiga relief yang ada secara langsung diukir pada dinding terminal VIP eks Bandara Kemayoran," kata Emil.

Baca juga: Kisah Tintin dan Bandara Kemayoran Kini

Ia menjelaskan relief pertama yang ada di terminal VIP eks bandara Kemayoran berada di lantai 1 dengan tema “Sangkuriang”.

"Berukuran panjang 13 meter dan tinggi 3 meter, karya ini dibuat langsung oleh Surono, seorang seniman yang juga merupakan pelukis Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama," katanya.

Relief kedua adalah relief bertemakan “Manusia Indonesia” yang terletak di lantai 2 ruang tunggu VIP bandara Kemayoran karya Sindoedarsono Sudjojono yang berukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter.

Repro potret Bandara Kemayoran ketika masih beroperasi pada tahun 1940-1985.
Repro potret Bandara Kemayoran ketika masih beroperasi pada tahun 1940-1985. (WARTA KOTA/DWI RIZKI)

Relief ketiga adalah relief flora dan fauna.

Relief ini merupakan karya Harijadi Sumodidjojo dengan ukuran panjang 10 meter dan tinggi 3 meter, yang terletak di lantai 2 ruang tunggu VIP Bandara Kemayoran.

"Relief ini memperlihatkan ukiran tentang flora dan fauna yang ada di Indonesia dari berbagai daerah," tambah Emil.

Presiden Republik Indonesia (RI) kelima Megawati Soekarnoputri mengunjungi booth Bandara Kemayoran di Festival Indonesia Maju, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).
Presiden Republik Indonesia (RI) kelima Megawati Soekarnoputri mengunjungi booth Bandara Kemayoran di Festival Indonesia Maju, Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019). (Wartakotalive.com/Dwi Rizki)

"Sebagai bagian dari jejak sejarah penerbangan Indonesia, relief tersebut terus dijaga oleh Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran atau PPK Kemayoran, yang bertanggung jawab dalam mengelola kawasan bekas bandara," katanya.(bum)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved