Breaking News:

Pilkada 2020

Viral Video Dugaan Politik Uang di Pikada Berau, Achmad Najib: Nodai Demokrasi dan Kondusifitas

Dugaan kasus politik uang di Berau mengakibatkan dua orang anggota tim relawan salah satu paslon menjadi korban pengeroyokan

Istimewa
Ilustrasi politik uang 

"Kegiatan-kegiatan tersebut dillakukan di zona 1 yang seharusnya merupakan jadwal kampanye dari kami paslon 02, dengan kata lain seluruh kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan diluar jadwal kampanye dan ilegal," tegasnya.

Atas kejadian tersebut, kata Najib, pihaknya telah melaporkan kepada Pihak Kepolisian Resor Berau tentang penyerangan, penganiyaan, pengeroyokan dan perampasan yang menimpa Dua orang anggota tim relawan tersebut.

Baca juga: Gibran Ajak Warga Datang ke TPS, dan Doakan Pilkada Solo Berlangsung Aman dan Lancar

"Kami juga telah melaporkan kepada Bawaslu Kabupaten Berau tentang masifnya money politik yang terjadi saat ini di Kabupaten Berau. Kami berharap pihak yang berwaji dalam hal ini Kepolisian dan Bawaslu segera memproses dugaan kasus tersebut secara cepat," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau, Nadirah telah meminta klarifikasi, terkait dugaan politik uang atau money politik yang diduga dilakukan Paslon nomor urut satu.

"Masih dalam proses klarifikasi, Klarifikasi adalah permintaan keterangan kepada terlapor. Kami ada waktu 3+2 hari untuk proses penanganan ini," ungkapnya.

Untuk diketahui, Pilkada di Kabupaten Berau diikuti dua pasangan calon. 

Calon pasangan Seri Marawiah-Agus Tamtomo mendapatkan momor urut satu, sedangkan pasagan calon Yakni Sri Juniarsih-Gamalis mendapatkan nomor urut dua.

Baca juga: Ini Alasan Nyata 20 Persen Kader PKS Depok Membelot ke Pradi-Afifah di Pilkada Depok

Kuasa hukum paslon 01 bantah soal politik uang

Sementara itu, terpisah, kuasa Hukum Paslon 01, Bambang Irawan mengatakan, jika video yang beredar luas itu bukanlah kegiatan membagikan amplop berisi sejumlah uang kepada masyarakat untuk tujuan memilih paslon.

Namun, kata dia, uang tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan transportasi bagi relawan yang akan mengikuti pelatihan sebagai saksi TPS.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved