Breaking News:

VIDEO Banjir Lahar Semeru Mulai Turun Bersamaan Dengan Hujan, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Lumajang

Menurut informasi yang dihimpun, banjir lahar dingin dari Gunung Semeru itu datang pada sekitar pukul 16.30 WIB.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Banjir lahar dingin Gunung Semeru tampak melintas di Daerah Aliran Semeru (DAS), tepatnya di bawah Jembatan Piket Nol, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (3/12/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, LUMAJANG - Banjir lahar dingin melanda Daerah Aliran Semeru (DAS), yang berlokasi di bawah Jembatan Piket Nol, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (3/12/2020).

Menurut informasi yang dihimpun, banjir lahar dingin itu datang pada sekitar pukul 16.30 WIB.

Banjir lahar dingin itu juga diabadikan oleh warga sekitar.

Seperti yang diunggah oleh akun instagram ndorobeii.

Dalam kolom komentarnya menulis WASPADA, arus lahar panas mulai turun bersamaan dengan hujan di beberapa wilayah sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) lahar semeru. Proses evakuasi terus berlangsung, terutama daerah yang berada di tepian arus sungai lahar semeru.

Baca juga: Kepala BNPB Doni Monardo Minta Dibangun Jalur Evakuasi di Aliran Lahar Gunung Semeru

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, banjir lahar dingin terjadi karena pada Rabu (2/11) kawasan Besuk Kobokan diguyur hujan. 

"Di Besuk Kobokan kan masih ada sisa material banyak. Kena hujan sehingga material mencair dan terjadi lahar dingin," kata Wawan, saat dihubungi, Kamis (3/12/2020).

Baca juga: VIDEO Viral! Gunung Semeru Mengeluarkan Awan Panas Selasa Dini Hari

Menurut Wawan, kondisi ini sangat wajar. Terlebih volume timbunan lahar panas di Besuk Kobokan yang masih cukup besar maka potensi banjir lahar dingin akan sering terjadi.

"Dan kalau sudah hujan membahayakan seperti tadi, jadi memang sangat berpotensi lahar dingin," terangnya.

Wawan memastikan tak ada korban jiwa maupun material dalam peristiwa ini. Sebab sebelum bencana alam itu terjadi pihaknya telah melarang aktivitas penambangan.

Baca juga: Gunung Semeru Keluar Awan Panas Warga Mengungsi, Saksi Mata Lihat Guguran Lava

"Oh sudah gak boleh ada penambang. Karena dengan adanya lahar panas di Besuk Kobokan sewaktu-waktu bisa terjadi lahar dingin," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang DAS Piket Nol, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Lumajang

Editor: Murtopo
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved