Pilkada Tangsel

Rahayu Saraswati Santai Jelaskan Keterkaitan dengan Kasus Edhy Prabowo dan Janji Politik Pilkada.

Calon Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Rahayu Saraswati dicecar pertanyaan keterkaitan dengan kasus Edhy Prabowo dan janji politik Pilkada.

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
Deddy Corbuzier Podcast
Rahayu Saraswati tertawa dan menjawab pertanyaan dengan santai soal keterkaitan dengan kasus Menter KKP Edhy Prabowo dan pilihan menolak money politics 

Darimana gua tahu lu nggak akan korupsi, karena semua orang (calon kepala daerah) akan ngomong begitu.

Saraswati pun menjawab hanya bisa terlihat dalam pembuktikan.

Baca juga: Potret Pendidikan di Depok, Miris Penyanderaan Ijazah Siswa di Sekolah Lantaran Nunggak SPP

Keponakan Prabowo itu lantas menjelaskan saat dia maju anggota DPR dari Dapil Jateng (Karanganyar, Wonogiri, dsb)

Saat itu ia bilang, mungkin manjadi salah satu caleg yang tak melakukan Money Politcs.

Ia pun sempat diragukan bakal terpilih. Dalam kampanye dengan konstituen, Saraswati mengungkapkan masyarakat kaget karena ia tak memberikan uang.

Setiap kali sosialisasi, Saraswati tak memberikan uang tempel. Saraswati lebih memimlih pada pendidikan politik.

Saraswati pun sempat disindir, Bu sudah kelamaan ngomongnya.

Follow Kami 

Ia lantas membandingkan masyarakat di Jateng dan di Tangsel.

Baca juga: Satpol PP Kota Tangsel Terjunkan 100 Personel untuk Menertibkan APK Paslon Pilkada 2020 Kota Tangsel

Saraswati menjelaskan bahwa di Tangsel pertama ada yang terang-terangan takkan pilih paslon yang tak kasih uang.

Tapi kalaupun menerima uang money politik, belum tentu juga akan memilih yang memberi uang.

Ada beberapa area di Tangsel yang tak peduli dengan paslon yang tak kasih vitamin.

"Apalagi dijaman Covid-19, serba salah kan kita,"

Saraswati pun menyebut uang transpor di Tangsel minimal Rp 250.000 per orang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kerabat Menhan Prabowo Subianto Temui Hotman Paris Hutapea Terkait Kasus Ekspor Benur

Hanya saja ia menjamin tak melakukan itu. Karena menjadi Calon Wakil Wali Kota Selatan bukan  karier buat dirinya melainkan pengabdian.

"Yang membuat kepala daerah stres itu karena itu, menjadi kepala daerah karena karier," ucap Saraswati mengiyakan Deddy.

Jadi kepala daerah harus balik modal. 

Saraswati mengatakan bahwa kalau memilih karier ia takkan mencalonkan diri jadi kepala daerah.

Baca juga: Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat Lewat Twitter, Mahfud MD: Benny Wenda Bikin Negara Ilusi

Ia akan pilih karier ke Holywood.

Saraswati menyadari bahwa ia akan menghadapi banyak rintangan menjadi kepala daerah.

Saraswati pun mengaku sudah memperhitungkan semuanya.  Memperhitungkan menang dan kalah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved