Kriminalitas

Persulit Nasabah Klaim Dana Asuransi, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Perusahaan Asuransi

Persulit Nasabah Klaim Dana Asuransi, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Perusahaan Asuransi. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
ILUSTRASI Asuransi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persulit pencairan klaim asuransi, seorang nasabah berinisial TH (37) melaporkan salah satu perusahaan asuransi ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. 

TH membuat laporan perusahaan asuransi tersebut karena dinilai telah mempersulit pencairan dana. 

Adapun laporan itu terdaftar dengan Nomor LP/8310/XII/PMJ/Dit Reskrimsus tanggal 22 Desember 2019.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Maaher At-Thuailibi, Langsung Berstatus Tersangka Tanpa Pemanggilan

Kuasa hukum TH, Joseph menjelaskan, pencairan dana itu dibutuhkan TH di tengah menjalani operasi sakit usus buntu yang dilakukan pada bulan Juni 2019.

Namun, saat ingin mencairkan dana asuransi dengan pembayaran premi Rp 5,5 juta setiap tiga bulan, pihak asuransi dinilai mempersulitnya. 

"Saat dia klaim di asuransi dia dipersulit. Itu info dari nasabah, minta dokumen-dokumen yang notabenenya tidak masuk akal. Misal pemeriksaan dalam kurun waktu dua tahun terakhir," kata Joseph saat dihubungi pada Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Aksi Premanisme di Kebayoran Lama Kian Meresahkan, Sekali Parkir Digetok Puluhan Ribu Rupiah

Hal serupa kembali terjadi pada TH saat melakukan pengobatan tangannya yang retak karena terjatuh pada bulan Oktober 2019.

Perusahaan asuransi itu tak mencover dana pengobatan di rumah sakit tempat TH menjalani pengobatan. 

"Lalu buat LP. Dia juga sempat somasi secara pribadi, dokumentasinya dipegang nasabah. Sudah ada somasi dahulu, kalo tidak, LP tidak mungkin masuk," katanya. 

Sementara itu, Penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan tersebut. 

Penyidik katanya kini masih mengusut kasus dengan menetapkan tiga orang tersangka.

"(Tersangka) dokter Shely sebagai dokter klaim, dokter Johanis Edwin sebagai kepala klaim, dan Hans de Wall sebagai direktur operasional, dia WNA Belanda," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, ketiga orang pihak asuransi tersebut ditetapkan tersangka sejak tanggal 17 November 2020.

Adapun pasal yang disangkakan kepada tiga orang tersangka itu tentang perlindungan konsumen. 

"Kita kenakan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancamannya di atas lima tahun penjara," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved