Ganja Dihapus dari Daftar Obat Terlarang dan Berbahaya, PBB Perbolehkan Pakai Untuk Keperluan Medis

Perserikatan Bangsa-Bangsa merestui rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghapus ganja dari daftar obat terlarang dan berbahaya.

instagram @ign_minang
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco pada tahun 2007 menyatakan bahwa sebuah zat bernama cannabidiol dalam ganja dapat menghentikan kanker. Terbaru bisa cegah virus corona. 

Penyalahgunaan tanaman ganja, menurutnya menjadi bagian tersendiri dan memiliki pengaturan tersendiri.

narkoba jenis ganja
Ilustrasi - narkoba jenis ganja (Tribunnews.com)

Hal itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 67 UU No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura.

Disebutkan budidaya jenis tanaman hortikultura yang merugikan kesehatan masyarakat dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan, kecuali ditentukan lain oleh undang-undang.

Menurut Tommy, tanaman ganja adalah jenis tanaman psikotropika dan selama ini telah masuk dalam kelompok tanaman obat sejak tahun 2006, sesuai dengan Kepmentan Nomor 511/2006.

Ia menjelaskan pada 2006 Kementan telah melakukan pembinaan guna mengalihkan para petani ganja agar bertanam tanaman lain.

“Pada tahun 2006, pembinaan yang dilakukan adalah mengalihkan petani ganja untuk bertanam jenis tanaman produktif lainnya, dan memusnahkan tanaman ganja yang ada saat itu,” ujar Tommy.

Pihaknya menjelaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Tommy mengatakan komitmen Mentan adalah memastikan pegawai Kementan bebas narkoba.

Kementan juga aktif melakukan edukasi bersama BNN untuk mengalihkan daerah-daerah yang selama ini jadi wilayah penanaman ganja secara ilegal ke pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.

Tanaman ganja, jika menilik Permenkes Nomor 44 Tahun 2019 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, masuk ke dalam jenis narkotika golongan I.

Ganja yang masuk dalam jenis ini adalah semua tanaman genus cannabis dan semua bagian dari tanaman, termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja, termasuk damar ganja dan hasis.

Narkotika golongan I, menurut Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

Dalam jumlah terbatas, narkotika golongan I digunakan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu untuk reagensia diagnostik, serta reagensia laboratorium setelah mendapatkan persetujuan Menteri atas rekomendasi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Infografik Ganja

Ganja dianggap sebagai tanaman narkotika yang manfaat serta efek buruknya masih menjadi kontroversi.

Di kalangan kampus, tanaman ini juga dipasarkan dengan harga murah.

Kerap melenakan?

Tahukah Anda, apa efek ganja terhadap tubuh?

Selengkapnya simak infografik berikut ini...

infografik ganja (KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO)

Minyak Ganja

Seekor gajah yang depresi di Kebun Binatang Warsawa, Polandia, mendapatkan perawatan minyak Cannabis (ganja) dalam uji coba pengobatan seperti dikutip The Independent.

Erna, seekor gajah betina terbesar dan tertua di kandang gajah Afrika di Kebun Binatang Warsawa mati pada Maret lalu.

Dia meninggalkan 3 kawannya yang berduka dan mempelajari peran baru mereka dalam kelompok.

Fredzia, satu dari 3 ekor gajah yang tersisa tampak sulit beradaptasi dan mengalami depresi.

Setelah kematian Erna, penjaga kebun binatang beralih ke pengobatan baru yang bersifat uji coba dan berharap bisa meredakan depresi serta kecemasan yang dialami para gajah yang berkabung.

"Ini (kematian salah satu gajah) adalah pengubah permainan besar di setiap kelompok gajah"

"Gajah mungkin memiliki masalah perilaku ketika struktur kelompok berubah," kata Dr Agnieszka Czujkowska, yang memimpin departemen Rehabilitasi Hewan di kebun binatang itu, kepada BBC.

Pada saat kematian Erna, penjaga kebun binatang mengatakan Fredzia sedang depresi dan menunjukkan tanda-tanda berduka.

Gajah muda itu tampak stres saat berjuang untuk menjalin ikatan dengan sesama gajah betina.

Dr Czujkowska dan rekannya berharap uji coba perawatan minyak ganja akan mengurangi stres Fredzia, memungkinkan gajah itu lebih nyaman bergaul dengan gajah lain dan mengembalikan keseimbangan pada kawanannya.

Cannabidiol atau dikenal di pasaran dengan nama CBD oil ( minyak CBD), diekstrak dari senyawa tanaman ganja yang diperkirakan mampu meningkatkan produksi dopamin dan serotonon di otak, 2 bahan kimia yang bisa memengaruhi suasana hati.

CBD tidak memiliki efek psikoaktif, jadi tidak akan membuat gajah mabuk.

Untuk percobaan di Warsawa, Dr Czujkowska akan memantau kadar kortisol gajah.

Kortisol adalah hormon yang diproduksi di tubuh manusia dan hewan saat mengalami stres.

“Kami berencana memberi mereka CBD dan mengukur kortisol lagi. Ini eksperimennya"

"Kemudian kami baru tahu pasti apakah [minyaknya] bekerja atau tidak,” kata Dr Czujkowska.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved